2018, Sumut Bakal Miliki Sekolah Khusus untuk Anak Lapas

Tandatangan MoU Yayasan Inspirasi Bangsa dan Universitas Medan Area (UMA), Kamis (2/11/2017).

Tandatangan MoU Yayasan Inspirasi Bangsa dan Universitas Medan Area (UMA), Kamis (2/11/2017).

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Anak-anak bermasalah dengan hukum dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bakal memiliki kesempatan untuk bersekolah.

Ini setelah Yayasan Inspirasi Bangsa segera mewujudkan sekolah khusus bagi anak di Lapas. Jika tidak ada halangan, tahun 2018 akan terealisasi.

Ketua Yayasan Inspirasi Bangsa, Wanda Syahputra mengungkapkan saat ini sedang dibentuk panitia yang melibatkan lembaga pembinaan khusus anak, khususnya yang konsen terhadap anak-anak yang termajinalkan, untuk bersinergi membangun sekolah.

“Jadi kami sekarang sedang membangun kekuatan untuk membuat sekolah anak ini,” ucapnya usai penandatanganan MoU dengan UMA di Kampus UMA Pancing, Kamis (2/11/2017).

Wanda menjelaskan sebelum ide tersebut tercetus Yayasan Inspirasi Bangsa sudah pernah beberapa kali berjuang untuk menyuarakan agar hak anak di lembaga pemasyarakatan terpenuhi ke DPRD maupun pemerintah. “Tapi realisasi belum ada sampai sekarang kini,” ungkapnya.

Untuk itu, melalui wacana sekolah ini diharapkan peran serta dari akademisi baik dosen ataupun mahasiswa agar menjadi mentor atau pengajar dalam program sekolah khusus ini.

Dijelaskan Wanda, yayasan yang dipimpinnya melihat, hingga saat ini pendidikan anak di lembaga pemasyarakat belum optimal. Hanya sebatas non formal, dan hanya penyelenggaraan kejar paket. Tidak konsep untuk anak lapas.

“Saya rasa tidak sampai 30 persen anak Lapas yang mendapatkan pendidikan. Ini kondisi yang cukup miris,” terangnya.

Ia menambahkan, karenanya kita berjuang melalui seminar-seminar yang dilakukan. “Sekarang, sudah cukup banyak yang bergabung dalam gerakan kepedulian kemasyarakatan ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UMA, Zulheri Nur mengungkapkan kampus UMA selalu terbuka untuk melaksanakan kerjasama yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa. Dia berharap, kerjasama yang terjalin tak hanya di level penandatanganan MoU, namun harus diimplementasikan di lapangan. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds