Orang Indonesia Imbas Kerusuhan 98 yang Ditahan di AS Akhirnya Dibebaskan

Terry Rombot termasuk bagian dari gelombang warga Kristen asal Indonesia yang mencari suaka setelah kerusuhan 1998 
Foto : REUTERS/BBC

Terry Rombot termasuk bagian dari gelombang warga Kristen asal Indonesia yang mencari suaka setelah kerusuhan 1998 Foto : REUTERS/BBC

POJOKSUMUT.com, SEORANG imigran asal Indonesia Terry Rombot, yang menetap di Amerika Serikat akhirnya bisa bernafas lega.

Pasalnya, dalam proses peradilan, hakim di AS memerintahkan Rombot yang tinggal di New Hampshire dibebaskan. Hakim menmenyimpulkan bahwa penahanan Rombot melanggar hak-haknya.

Kantor berita Reuters menjelaskan Rombot akhirnya diizinkan menetap di AS setelah kesepakatan pada 2010 dengan Penegakan Imigrasi AS dan Bea Cukai (Immigration and Customs Enforcement atau ICE).

Perintah pembebasan ini tentu bertentangan dengan permintaan Presiden Trump untuk mendeportasi imigran asal Indonesia di negara tersebut. Trump meminta ICE menginstruksikan agar semua orang yang tinggal secara ilegal di AS bisa dideportasi.

Rombot termasuk bagian dari gelombang warga asal Indonesia yang mencari suaka setelah kerusuhan 1998. Dia baru mengetahui perubahan ketentuan itu saat melapor pada 1 Agustus lalu ke ICE dan langsung ditahan.

“Dia bisa keluar meninggalkan gedung pengadilan saat ini,” kata Hakim Ketua Distrik Patti Saris.

Dia lalu berjalan keluar dari Pengadilan Distrik AS di Boston dengan baju terusan penjara warna biru, tanpa sempat berganti dengan bajunya sendiri.

Pengacara Rombot mengatakan bahwa dia ditahan waktu itu meski ada surat dari ICE pada 2015 yang menyatakan bahwa dia akan punya kesempatan untuk mempersiapkan keberangkatan ‘sesuai jadwal.’

Hakim mengutip surat itu pada persidangan yang berlangsung Rabu, untuk menentukan apakah penahanan Rombot melanggar haknya untuk menjalankan proses resmi di bawah Undang-undang AS, terlepas dari aturan ICE sebelumnya.

“Inilah maksudnya, bahwa dia akan diberi kesempatan untuk pulang dengan niatnya sendiri dan bukan dalam keadaan diborgol,” katanya.

Di luar gedung pengadilan, Rombot mengatakan, “Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih pada pengacara saya, pendeta saya dan semua teman-teman.”

Kantor Kejaksaan AS sedang menimbang-nimbang untuk mengajukan banding, menurut seorang juru bicara.

Pejabat ICE mengatakan bahwa aturan tersebut hanya sementara dan bahwa kantor mereka selalu punya kewenangan untuk mendeportasi orang-orang yang berada di bawah aturan tersebut.

WNI di AS ini merupakan bagian dari sekira 2.000 orang Indonesia yang terkumpul di kota Dover, New Hampshire. (*/BBCIndonesia/Reuters/nin)



loading...

Feeds