Anggotanya Dituding Gunakan Sprindik Palsu Kejaksaan, Ini Penjelasan Polda Sumut

Markas Poldasu

Markas Poldasu

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) angkat bicara, terkait ditudingnya oknum personel Pelayanan Masyarakat (Yanma) Briptu Muhammad Syamrigo yang diduga melakukan dugaan pemerasan terhadap pegawai Politeknik Negeri Medan (Polmed), dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) Palsu kepada pegawai Polmed sebesar Rp250 juta.

“Benar dia (Briptu Muhammad Syamrigo) anggota dari Yanma. Sekarang sedang kita panggil untuk konfirmasi kebenarannya,” kata Kepala Pelayanan Masyarakat Polda Sumut, AKBP Mukhsin Siregar melalui sambungan seluler kepada awak media di Medan, Jumat (2/11/2017).

 

Baca Juga :Alamak! Oknum Personel Polda Sumut Diduga Gunakan Sprinduk Palsu untuk Lakukan Ini

Disinggung mengenai langkah lebih lanjut, Mukshin belum bisa memberikan keterangan lebih jauh.

“Apabila memang anggota tersebut terbukti melakukan kesalahan, kita serahkan pada prosedur,” ucapnya singkat.

Sementara, Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menyarankan agar Kejati Sumut membuat laporan kepada kepolisian.

“Laporkan saja, silakan dilaporkan agar segera ditindak lanjuti,” ujar MP Nainggolan.

Diberitakan sebelumnya, terungkapnya kasus ini berawal ketika Bripka Muhammad Syamrigo memerintahkan dua kurir untuk mengantarkan sepucuk surat ke Politeknik Negeri Medan, Rabu (2/11/2017) Pukul 13.00 WIB.

Kedua kurir ini bernama Akmal (30) warga Pasar Bengkel, Perbaungan dan Indra Lesmana (27) warga Desa Kota Galo, Perbaungan. Syamrigo memfasilitasi kedua kurir tersebut dengan meminjamkan mobil pribadinya Honda City BK 1896 AP.

Setibanya di Politeknik Negeri Medan Pukul 14.00 WIB, keduanya berhadapan dengan sekuriti dan mengatakan bahwa ada sepucuk surat dari Syamrigo. Setelah surat disampaikan, pihak Politeknik Negeri Medan curiga dengan surat tersebut.

Bahwa, dalam surat yang pokoknya berisi SP3 tentang adanya dugaan penyimpangan anggaran dana praktikum sejak 2011 sampai dengan 2017.



loading...

Feeds