Gratis! Malam Ini, Band Prancis, MAZO, Hibur Warga Medan di Hermes Palace

Grup Musik Prancis Mac Abbe et Le Zombi Orchestra (MAZO) jelang penampilan di Hermes Palace, Medan.
Foto : nin/pojoksumut

Grup Musik Prancis Mac Abbe et Le Zombi Orchestra (MAZO) jelang penampilan di Hermes Palace, Medan. Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Grup musik asal Saint Etienne, Prancis, Mac Abbe et Le Zombi Orchestra (MAZO) akan mengguncang pecinta musik di Medan, Jumat (3/10/2017).

Ini merupakan tampilan pertama di Asia Tenggara. Sedangkan di Indonesia, Medan adalah kota keempat yang disinggahi. Sebelumnya di Bandung, Jakarta dan Surabaya.

Grup yang terdiri dari enam pria ini akan menyuguhkan musik dengan genre perbaduan swing dan rock serta teatrikal, penuh lirik usil dan jenaka di Maimun Ballroom, Hermes Palace, Jalan Pemuda, Medan, malam ini mulai 19.30 hingga 23.00 WIB dengan membawakan 14 lagu.

Bagi warga Medan yang ingin menyaksikan bisa datang, karena ini gratis untuk siapapun. Sebelum MAZO, akan ada band pembuka asal Siantar.

Personil MAZO adalah Julien Regnault (vokal dan kontrabas), Quentin Delaplace (keyboard), Clement Vincent (gitar), Alexandre Vincent (drum), Louis Paris (trombon), dan Xavier Boutin (saksofon).

Julien Regnault mengatakan senang bisa berada di Indonesia, sekaligus Medan sebagai kota terakhir yang dikunjungi sebelum kembali ke Prancis.

“Jadi kami berharap orang Medan bisa bersenang-senang dengan kami, menikmati musik. Kami akan menyanyikan lagu dengan Bahasa Prancis, taapi nanti berinteraksi dengan Bahasa Inggris, ujarnya dalam konferensi pers di Medan.

Vokalist MAZO ini mengatakan bandnya akan tampil horor tapi jenaka. Dia mengaku mungkin apa yang disajikan akan terlihat tabu di sini, meski di Prancis adalah hal yang biasa.

“Jadi kami di Prancis, kami punya solusi untuk semua permasalahan. Untuk kemiskinan, kekurangan, uang. Dan solusinya adalah alkohol. Ya masalah selesai, karena pada akhirnya kita akan meninggal (banyak minum alkohol),” ungkapnya dengan tersenyum.

Lirik-lirik seperti itulah yang kata Julien diangkat bandnya, sindiran tentang kehidupan sosial dengan cara lucu. “Kami berharap semua bergembira, menyanyi dan menari bersama,” jelasnya.

Dalam bermusik, MAZO terinspirasi dari Komposer Prancis Camillie Saint-Saens yang terkenal di zaman romantik, di mana musik mementingkan perasaan yang subjektif, bukan sekadar mencapai keindahan nada.

Karya klasik Saint-Saens yang legendaris antara lain The Cranival of the animals (1886) dan Danse Macabe (18/74) yang disebut sebagai musik pengiring pesta Halloween yang paling menyeramkan. MAZO juga mendapat pengaruh dari bererapa musisi asal Amerika Serikat seperti grup rock and roll Stray Cats dan lainnya.

Dalam setiap panggung dan penampilan di video musik, MAZO tampik gotik dan eksentrik dengan memainkan karakter masing-masing. MAZO sehari-hari sangat berbeda dengan di atas panggung. Mereka menyulap tampilan mereka dengan make-up komplit sesuai karakter. Ini tak terlpeas dari pengaruh sutradarq Amerika Serikat Tim Burton yang dikenal lewat film Edwarrd Scissorhands.



loading...

Feeds