Nasib Guru Honorer di Sumut, Pengajar yang Tidak Dibayar Layak

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar (kiri), menyerahkan Diseminasi Hasil 'Pengajar di Sekolah Negara Yang Tidak Dibayar Layak' kepada Plt Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Sumut, Abdul Malik Pane (kanan) di Hotel Polonia Medan, Jumat (3/11/2017). 
Foto : fir/pojoksumut

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar (kiri), menyerahkan Diseminasi Hasil 'Pengajar di Sekolah Negara Yang Tidak Dibayar Layak' kepada Plt Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Sumut, Abdul Malik Pane (kanan) di Hotel Polonia Medan, Jumat (3/11/2017). Foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Nasib guru honorer di Sumatera Utara (Sumut) masih sangat memprihatinkan. Meski dibutuhkan di sekolah negeri, mereka kerap dibayar tidak layak.

“Seluruh guru honorer di Sumut belum dibayar layak. Padahal, sebagian sekolah negeri yang ada justru sangat bergantung pada keberadaan mereka untuk menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM),” ungkap Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar, dalam Diseminasi Hasil ‘Pengajar di Sekolah Negara Yang Tidak Dibayar Layak’, yang digelar di Hotel Polonia, Medan, Jumat (3/11/2017).

Turut hadir dalam acara itu, sejumlah tokoh pendidikan di Sumut seperti Plt Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Sumut, Abdul Malik Pane, Staf Teknis Dinas Pendidikan Kota Medan, Abdul Gofur, dan guru honor dari SMP Negeri 6 Medan, Asco Simarmata. Selain itu, Ketua Yayasan Parade Guru Tapanuli Utara, Martua Situmorang dan Sekretaris Forum Guru Honor Simalungun, Beni Polin Purba.

Diutarakan Abyadi, realita di lapangan membuktikan bahwa keberadaan guru honor di sekolah negeri demikian pentingnya. Dari hasil investigasi kajian cepat, ada banyak sekolah yang jumlah guru honornya jauh lebih banyak dibanding guru PNS.

Akibatnya, KBM di sekolah sangat tergantung dengan keberadaan guru honor. Namun, anehnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru honor nyaris tidak ada. Bahkan, masih ada gaji guru honor hanya Rp100 ribu per bulan.

“Tindakan pemerintah yang tidak memperhatikan kesejahteraan guru honor tersebut, sesungguhnya termasuk sebagai perbuatan maladministrasi dalam bentuk penyalahgunaan wewenang dan mengabaikan kewajiban penyelenggaraan pelayanan publik. Maka dari itu, kita melakukan Own Motion Investigation yaitu sebuah kajian cepat dengan topik ‘Nasib Guru Honor di Sekolah Negara’,” papar Abyadi.



loading...

Feeds