Ini Pengakuan Gadis yang Nekat Bakar Diri di Depan Kekasihnya Itu…

Korban saat dirawat di rumah sakit akibat luka bakar.
foto : Metro Tabagsel/JPG

Korban saat dirawat di rumah sakit akibat luka bakar. foto : Metro Tabagsel/JPG

POJOKSUMUT.com, PADANGSIDIMPUAN-Kasus M br R (22) yang nekat melakukan aksi bakar diri di hadapan kekasihnya, Herman Manalu (25) akhirnya berakhir dengan baik. Kedua keluarga memilih menyelesaikannya dengan jalur damai.

Kejadian yang terjadi Kamis (2/11/2017) sore di salah satu kafe di Jalan Baru By Pass Abdul Haris Nasution, Desa Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Padangsidimpuan, itu M mengalami luka bakar begitu juga dengan Herman yang membantu memadamkan api.

Ditemui di ruang rawat RSUD Kota Padangsidimpuan, Jumat (3/11/2017), M masih enggan berkomentar. Hanya saja, menjelaskan aksi nekatnya itu berlatarbelakang masalah keluarga.

“Sudahlah itu bang, ini masalah keluarga,” ujarnya dan menolak ditanya lebih jauh.

Sedangkan, dari kediaman Herman di Jalan SM Raja, Padangsidimpaun, pemuda itu masih menjalani perawatan rumah. Dari dalam rumah yang di depannya terdapat usaha bengkel dan tambal ban, orang tua Herman, B Manalu dan I Br Simanjuntak menerima wartawan.

Dikatakan ibunya, I Br Simanjuntak, hubungan anaknya dengan korban bakar diri adalah hubungan selayaknya pasangan remaja, pacaran. Antara keluarganya dan keluarga korban sudah berdamai terkait masalah yang terjadi.

Selama ini katanya, korban sering mendatangi anak mereka di kafe milik mereka yang berada di Jalan Baru itu.

“Hubungan seperti remaja. Mereka kan bercanda-canda itu. Si perempuan sering datang ke kafe. Kami juga sudah berdamai dengan keluarga perempuan itu. Tadi juga kami baru dari sana,” kata perempuan berambut pendek itu dari ruang yang berdekatan dengan ruang anaknya dirawat di rumahnya itu.

Menurutnya, kejadian itu berlangsung saat anaknya hendak mengisi bensin ke dalam tangki sepedamotor dan pertengkaran yang terjadi mengarahkan keduanya saling berebut jerigen hingga tumpah sampai membaluri tubuh korban.

“Kena rokoknya si Herman itu, sampai korban terbakar. Dia juga kena saat memadamkan apinya,” kata I Br Simanjuntak.

Dikaitkan dengan pengakuan korban yang menyebut masalah keluarga, menurut ibu Herman, permasalahannya mereka sudah bertemu dengan keluarga korban dan sudah mengadakan perdamaian.

Sejalan dengan itu, Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Zul Efendi menegaskan, peristiwa itu memang murni aksi bakar diri dan upaya bunuh diri. Dan antara kedua pihak sudah mengadakan perdamaian, sehingga kepolisian tidak perlu lagi mengadakan penyelidikan.

“Keluarga sudah berdamai malam kemarin. Karena dia yang membakar dirinya sendiri karena alasan mereka bertengkar. Ya tidak dilanjutkan lagi,” katanya menegaskan murni upaya korban menciderai diri sendiri. (san/mtabag/jpg/nin)



loading...

Feeds