Petugas Kebersihan dan Tukang Becak Berbatik Ria di Pernikahan Kahiyang-Bobby

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memakaikan batik secara simbolik ke tukang becak untuk persiapan hari H.
Foto : Radar Solo/JPG

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memakaikan batik secara simbolik ke tukang becak untuk persiapan hari H. Foto : Radar Solo/JPG

POJOKSUMUT.com, KOTA Solo benar-benar berbenah jelang pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution pada 8 November mendatang.

Di segala penjuru nantinya akan rapi dengan seragam batik. Ya, tak terkecuali para petugas linmas, kebersihan, dan tukang becak yang bertugas di hajatan itu pun diberi seragam kemeja batik.

Pembagian seragam batik tersebut dilakukan di rumah dinas wali kota Lodji Gandrung, kemarin. Pada pertemuan tersebut, sedikitnya empat kemeja batik dibagikan.

Rinciannya, dua kemeja batik masing-masing untuk petugas kebersihan, satu kemeja batik untuk setiap petugas linmas dan satu setel kemeja batik untuk para tukang becak. Kemeja inilah yang nantinya akan digunakan selama mereka bertugas sebagai ganti pakaian dinas atau seragam kerja mereka yang dipadukan dengan celana hitam dan bersepatu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo Hasta Gunawan menerangkan, untuk petugas kebersihan, pemkot akan menerjunkan 57 petugas yang akan mulai bekerja 6-8 November. Mengenai penempatannya, mereka akan berada di sejumlah lokasi, seperti sekitar kediaman presiden, gedung resepsi pernikahan Graha Sabha Buana, dan tiga lokasi parkir tamu GOR Manahan, Lapangan Sumber dan Lapangan Banyuanyar.

“Kami juga menyiapkan enam toilet portable di lokasi yang sama. Saya pesan untuk petugas kebersihan kalau ditegur sama siapa pun jangan sakit hati. Karena ini sudah tugas kita,” jelas Hasta.

Kepala Satpol PP Kota Solo Sutardjo menambahkan, untuk petugas linmas, sedikitnya ada 144 personel yang diturunkan pada 6-8 November. Mereka dibagi dalam tiga sift kerja, masing-masing delapan jam. Mengingat hanya satu setel kemeja batik yang diberikan pada linmas, Sutardja mewanti-wanti agar mereka bisa membagi waktu dan menyempatkan mencuci kemeja tersebut usai bertugas agar tetap layak digunakan keesokan harinya.

“Tugas linmas ini nanti untuk membantu pengamanan, tapi dari sisi luar. Plus nanti membantu membersihkan sisa-sisa karangan bunga,” beber Sutardjo.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo Hari Prihatno yang juga ikut dalam penyuluhan menjelaskan, untuk para tukang becak, 50 pengemudi becak nantinya akan mengenakan kemeja batik pada 8 November saat resepsi. Mereka akan mengantar tamu dari lokasi parkir menuju gedung resepsi. Hari mengimbau akar pengemudi becak selalu terlihat rapi dan santun, termasuk cara duduk saat menunggu penumpang.

“Nanti pagi hari sebelum resepsi akan ada tes kesehatan yang kedua. Dari situ akan diputuskan mana yang layak jalan dan mana yang tidak. Mereka akan standby di SMK BK untuk yang mengangkut penumpang dari Lapangan Sumber dan standby di Kelurahan Banyuanyar untuk yang mengangkut tamu dari Lapangan Banyuanyar,” jelas Hari.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berharap para petugas linmas, kebersihan, dan tukang becak mampu memberikan pelayanan terbaik karena mereka membawa nama baik Kota Solo. Termasuk saat pembersihan sampah pada akhir acara seperti karangan bunga dan lainnya.

“Ya nanti jangan berebut. Dikembalikan saja ke pedagang kembangnya, baru dibagi. Terus tidak usah desak-desakan mau lihat mantennya. Nanti semua hajat pernikahan bisa diputar lewat video saat sum-suman di Loji Gandrung selepas kegiatan usai,” ujar wali kota.

(rs/ves/bay/JPR)



loading...

Feeds