Sejak Kecil, Kahiyang Ayu Dikenal Supel, Pernah Nangis di Kelas karena Rindu Ibunya

Murid-murid SDN Mangkubumen Kidul No. 16 ikut mendoakan kakak kelasnya, Kahiyang Ayu. (WINDYWATI/RADAR SOLO)

Murid-murid SDN Mangkubumen Kidul No. 16 ikut mendoakan kakak kelasnya, Kahiyang Ayu. (WINDYWATI/RADAR SOLO)

POJOKSUMUT.com, SOLO-Dalam hitungan hari, Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu akan dipersunting pemuda Medan, Bobby Afif Nasution. Kabar bahagia ini juga turut dirasakan guru-guru Kahiyang semasa sekolah Kahiyang dulu.

Sejak kecil, Kahiyang atau akrab disapa Ayang terkenal dengan ramah. Itulah kenapa Kahiyang ini mudah berbaur dengan teman sekolahnya di SDN Mangkubumen Kidul No. 16 Surakarta.

Wali kelas Ayang saat duduk di kelas dua SD, Sukamti menerangkan, ketika di kelas, gadis cilik dengan rambut sebahu itu cenderung pendiam. Tutur katanya sopan. Ayang cilik cukup senang menari. Salah satunya tampil pada kegiatan sekolah.

“Anak ini suka dengan hal-hal berbau budaya, seperti menari Jawa dan macapat,” ujarnya seperti dilansir Radar Solo (Jawa Pos Group)

Selain menari, Ayang aktif di kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Termasuk menonjol pada bidang Agama.

“Selalu terdepan kalau urusan shalat. Ini saya tidak mengada-ada lho. Saya berdoa semoga pernikahannya bisa lancar, bagas waras dan sukses selalu. Semoga cepat diberi momongan,” jelas Sugeng yang lima tahun mengajar Ayang di SD setempat.

Lulus SD pada 2002, Ayang melanjutkan ke SMPN 1 Surakarta. Sifatnya yang ramah dan murah senyum tetap melekat. Itu diungkapkan Koeshaedi Prabowo, 43, guru Bahasa Ingris saat Ayang kelas delapan SMP.

“Kahiyang ini sumeh. Karena anaknya sumeh, dia itu senyum dulu bahkan kalau diberi pertanyaan saat jam pelajaran pasti mlengeh dulu,” kelakarnya.

Guru Bahasa Jawa Ayang, Rochwati menambahkan, yang paling diingatnya soal Ayang adalah kebiasaannya mengajak teman-temannya buka puasa bersama di rumah dinas wali kota Loji Gandrung.

“Yang spesial itu untuk shalatnya yang imami Pak Jokowi sendiri. Semoga Kahiyang bisa jadi keluarga bahagia lahir batin dunia akhirat. Tetap menjadi Kahiyang yang dulu. Yang ramah dan murah senyum,” urainya.

Namanya remaja, Ayang juga bisa galau. Saat naik kelas sembilan SMP, dia pernah menangis di dalam kelas. “Saya lihat kok dia tidak seperti biasanya. Saya hampiri dia, lha kok langsung mewek (menangis),” jelas wali kelas sembilan Kahiyang, Supanti 50.

Perhatian itu bukan karena Ayang anak pejabat. Namun lebih kepada bentuk tanggung jawab seorang guru terhadap muridnya. “Saya ajak bicara berdua, lha kok nangisnya malah menjadi-jadi. Setelah tenang, barulah Kahiyang cerita kalau kangen mamanya (Iriana Jokowi),” jelasnya.

Menurut Supanti, Ayang merasa frekuensi pertemuan dengan ayah-ibunya berkurang karena kesibukan sebagai pejabat. “Saya itu jarang ketemu mama. Lha sibuk terus bu. Kegiatannya itu dari pagi sampai malam. Paling ketemu kalau mau berangkat sekolah,” tutur Supanti menirukan curhatan Ayang kala itu.



loading...

Feeds