Parah Maksimal! Wakil Ketua DPRD Sediakan Kamar Khusus Nyabu di Rumah Mewahnya

 Rumah Wakil Ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika alias JJ dipasangi garis polisi usai penggerebekan dari aparat kepolisian (Ayu Afria/Bali Express/Jawa Pos Group)

Rumah Wakil Ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika alias JJ dipasangi garis polisi usai penggerebekan dari aparat kepolisian (Ayu Afria/Bali Express/Jawa Pos Group)

 

POJOKSUMUT.com, BALI- Dari hasil penyelidikan petugas di rumah wakil ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika alias JJ alias Mang Jongol di Jalan Batanta Nomor 70, Banjar Seblanga, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, pada Sabtu (4/11), terdapat sebuah temuan “khusus” yang cukup mengagetkan. Rumah itu mendukung proses pesta sabu dengan menyediakan bilik-bilik khusus untuk pesta sabu.

Dari pennggerebekan itu juga tak terlalu mengagetkan sebagian legislator Bali. Mereka sudah lama kasak-kusuk membincangkan indikasi permainan narkoba Komang Swastika.

Bermula ketika April 2016, BNN Provinsi Bali merahasiakan nama anggota wakil rakyat Bali yang hasil tes urinenya mengindikasikan sebagai pemakai narkoba. Hingga lebih dari setahun, nama tersebut tak kunjung dipublikasikan.

Reaksi sempat bermunculan. Elemen Masyarakat Bali Antinarkoba (EMBAN) Bali, misalnya. Mereka mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat mengambil alih kasus oknum anggota DPRD Bali yang positif menggunakan narkoba tersebut.

Beredar kabar legislator anonim itu terindikasi sebagai pemakai sekaligus pengedar. Menurut sumber koran ini waktu itu, pihak Polda Bali juga sempat menyelidiki.

“Sebagian masyarakat pun sudah mengetahui oknum tersebut sebagai pemakai dan pengedar. Tapi, karena oknum itu pejabat dan juga balian (dukun, Red), banyak yang segan. Backing-nya juga kuat,” urai sumber.

Ibarat bola api yang terus bergulir, atas temuan dan fakta tes urine tersebut, sejumlah elemen masyarakat Bali mendatangi BNN Provinsi Bali agar secepatnya mengambil tindakan.

Tapi, waktu itu tidak ada tindakan apa pun terhadap yang bersangkutan. Malah muncul spanduk antinarkoba di kawasan gedung wakil rakyat tersebut. Isinya, mendukung pemberantasan narkoba di Bali.

Bagaimana respons setelah penggerebekan yang sekarang? Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama berkali-kali dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya hanya terdengar nada sambung.

Yang lain? Wakil Ketua I DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry yang dikonfirmasi secara terpisah menyebut kasus JJ saat ini sudah menjadi ranah hukum.

“Kami menyerahkan sepenuhnya pada penegak hukum. Untuk sanksi, terserah induk partai. Kami tidak mau ikut campur,” ucap Sugawa.

Kalau akhirnya hamba hukum bergerak, penggerebekan itu berawal ketika ditangkapnya seorang pengedar SS Gede Juli Antara, 21, di Jalan Batanta.

Dari tangan pria asal Abiansemal, Badung, tersebut, ditemukan satu paket. Berdasar hasil pengembangan, diketahui bahwa SS didapat dari seseorang yang dikenal dengan nama Dandi yang tinggal di rumah itu.

Tim kemudian mendatangi rumah mewah berlantai dua milik Jero Gede Komang Swastika. Di empat kamar ditemukan sejumlah barang bukti.

Di kamar milik Dandi, terdapat empat orang yang sedang pesta SS. Mereka adalah I Kadek Dandy Suardika, Dwi Rahayu, Bagus Arya Wijaya, dan Gede Hera Kusuma Putra.

Di kamar nomor 2 pun terdapat beberapa orang yang selesai pesta SS. Mereka adalah I Putu Didik Setiawan, Putu Tresna, Wayan Sukadana, Ketut Narmadagiri, dan Rahman.



loading...

Feeds