Unimed Dampingi Guru TK & PAUD Terapkan Kurikulum 2013

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Proses pembelajaran atau belajar mengajar pada lembaga Taman Kanak-kanak (TK) ataupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sudah diharuskan menerapkan Kurikulum 2013.

Aturan itu diberlakukan agar proses pembelajaran lebih terarah pada potensi anak, sehingga nantinya dapat memiliki kompetensi.

Namun demikian, ternyata belum semua lembaga TK atau PAUD di Sumatera Utara (Sumut) khususnya di Kabupaten Langkat menerapkan Kurikulum 2013. Penyebabnya lantaran berbagai faktor, salah satunya kelemahan para guru dalam menerapkan kurikulum tersebut karena tidak mendapatkan pelatihan.

Oleh sebab itu, dalam upaya peningkatan kualitas PAUD khususnya di Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Universitas Negeri Medan (Unimed) melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) melakukan kegiatan pendampingan guru dalam penerapan kurikulum 2013. Kegiatan pendampingan itu dilakukan di TK Adinda dan PAUD Taman Akhlak, dengan guru yang terlibat sebanyak 20 orang.

Ketua Tim LPM Unimed pada kegiatan pendampingan guru PAUD dalam penerapan kurikulum 2013,  Sariana Marbun mengungkapkan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 146 Tahun 2013 tentang Kurikulum 2013 PAUD, maka mulai tahun akademik 2014/2015 dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran seluruh lembaga PAUD harus menerapkan kurikulum tersebut. Sebab, menurutnya, PAUD harus dipersiapkan secara terencana dan holistik, dengan program pendidikan terstruktur yang tertuang dalam kurikulum.

“PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai enam tahun. Pendidikan yang dilakukan melalui rangsangan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani, agar anak memiliki kesiapan belajar dalam memasuki pendidikan lebih lanjut,” ungkap Sariana Marbun, Selasa (7/11/2017).

Dia menyebutkan, kegiatan pendampingan guru yang dilakukan bersama dua anggota tim Heri Soeprayogi   dan Dorlince Simatupang  serta dua orang mahasiswa Unimed, terutama dalam merancang pembelajaran berbasis saintifik dan kearifan lokal. Selain itu, menyusun instrumen penilaian autentik.

“Selain memberi pendampingan kepada guru, kami menyerahkan seperangkat bahan-bahan yang dibutuhkan dalam menerapkan kurikulum itu (2013). Seperti, materi kerangka dasar, pedoman penyusunan perencanaan pembelajaran, pedoman pengelolaan pembelajaran, pedoman penilaian dan alat-alat tulis serta kertas yang dibutuhkan. Hasilnya, disimpulkan bahwa masih perlu dilakukan keberlanjutan kegiatan pendampingan dan monitoring terhadap pelaksanaan belajar mengajar sesuai rancangan telah disusun,” sebut Sariana.

Lebih lanjut dia mengatakan, para guru yang mengikuti pendampingan materi PAUD diharapkan bisa menerapkan dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikannya masing-masing. Sebab, pengembangan kurikulum PAUD ini sangat penting karena sudah menjadi standar acuan nasional.

“Secara garis besar, kurikulum 2013 PAUD memandu guru untuk memenuhi seluruh area belajar yang digunakan anak dengan memakai pendekatan pembelajaran yang tepat. Dengan begitu, mendorong perkembangan anak sehingga mempunyai kesiapan untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya,” tukasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds