Dikirain Dicuri Tuyul, Ternyata Pengusaha Kelontong Rugi Ratusan Juta karena Ini

POJOKSUMUT.com, DELISERDANG-Malem Ngena beru Ginting, pengusaha warung kelontong di Dusun I Desa Pasar X, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Perempuan berusia 47 tahun itu rugi lantaran ditipu pemasok minyak goreng, dengan modus memodifikasi jerigen.

Menurut informasi yang diperoleh Rabu (8/11/2017), awalnya korban sempat mengira kerugian yang dialaminya hingga Rp230 juta akibat dicuri tuyul. Korban kemudian melaporkannya ke Polsek Kutalimbaru Polrestabes Medan.

“Korban awalnya datang pada kami cerita soal kerugian usahanya. Semula, korban mengira usahanya itu merugi karena uang di tokonya dicuri tuyul,” ungkap Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu.

Mendengar keterangan korban, Martualesi pun terkejut. Namun, mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua ini meminta korban untuk mengingat-ingat kembali, kenapa usahanya bisa merugi.

“Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata yang membuat korban merugi adalah penjualan minyak goreng. Selama ini, korban membeli minyak goreng dari pemasok yang merupakan empat orang pria,” jelas Martualesi.

Dijelaskan dia, sebelumnya korban pernah membeli minyak goreng kepada pemasok tersebut sebanyak 200 kg. Namun, ketika dijual lagi ke masyarakat, minyak tersebut hanya terjual Rp100 kg.

“Ketika korban memberikan keterangan, tiba-tiba suaminya menelepon. Katanya, penjual minyak goreng datang lagi ke warungnya menawarkan barang,” sebut mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota ini.

Tanpa buang waktu, Martualesi pun mengajak korban untuk segera ke warungnya. Akan tetapi, sebelumnya sempat memesan minyak goreng sebanyak 200 kg.

Saat tiba di warung korban, ternyata dua orang pelaku masing-masing Chandra Gunawan (32) warga Jalan Tanjung Selamat dan Benny Indra Pratama (21) warga Jalan Setia Bakti Kromo, Sunggal, sudah menunggu.

“Karena terindikasi ada penipuan, kami bersama korban menimbang ulang minyak yang baru saja dijual pelaku. Benar saja, setelah ditimbang, minyak yang dijual mereka beratnya hanya 160 kg. Artinya, terdapat kekurangan 40 kg,” bebernya.



loading...

Feeds