Bawa Bhayangkara FC Juara, Pelatih Tatoan Ini Dibully

 Menurut Simon McMenemy, sukses menjuarai Liga 1 adalah hasil kerja keras pada penggawa Bhayangkara FC. (M. Syafaruddin/JawaPos.com)

Menurut Simon McMenemy, sukses menjuarai Liga 1 adalah hasil kerja keras pada penggawa Bhayangkara FC. (M. Syafaruddin/JawaPos.com)

 

POJOKSUMUT.com, Pelatih Bhayangkara FC yang tubuhnya dipenuhi tato, Simon McMenemy enggan menanggapi cibiran tentang keberhasilan timnya menjuarai kompetisi Liga 1 2017.

Menurut McMenemy, sukses ini adalah hasil kerja keras pada penggawa tim berjuluk The Guardian tersebut.

Di balik kemenangan Bhayangkara FC atas Madura United dengan skor 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (8/11) malam, banyak cibiran tentang kesuksesan Bhayangkara FC merebut gelar juara 1 2017.

Mereka menyebut gelar juara ini tak lepas dari hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Mitra Kukar.

“Saya tak peduli apa yang orang bilang. Tugas saya ketika datang ke sini adalah membuat Bhayangkara FC bermain baik dan memenangkan pertandingan,” ucap McMenemy dalam konferensi pers selepas pertandingan.

Menurut McMenemy, pertandingan melawan Madura United selalu berlangsung sulit. Oleh sebab itu, McMenemy sangat bangga dengan performa para pemainnya di Bangkalan. Di matanya, pemain Bhayangkara FC sudah bekerja sangat keras sekali untuk bisa mencapai posisi ini.

“Kami punya tim yang mau bekerja keras dan punya mental bagus. Saat lawan melakukan tekel luar biasa, anak-anak tetap tenang. Mereka bisa bermain sangat bagus dan memenangkan pertandingan,” ulas pelatih asal Skotlandia ini.

Setelah kemenangan atas Madura United, juga kepastian mengunci gelar juara, McMenemy ingin menikmati hasil kerja keras seluruh elemen tim Bhayangkara FC ini.

“Kami sangat enjoy dan akan menikmati gelar juara ini,” tutup McMenemy.

(saf/JPC)



loading...

Feeds