Disalip Rombongan Donald Trump, Acungkan Jari Tengah, Perempuan Ini Dipecat

Momen saat Juli Briskman saat mengacungkan jari tengah ke arah mobil Donald Trump.
Foto : Twitter

Momen saat Juli Briskman saat mengacungkan jari tengah ke arah mobil Donald Trump. Foto : Twitter

POJOKSUMUT.com, SEORANG karyawati di Amerika Serikat, Juli Briskman harus kehilangan pekerjaannya. Penyebabnya adalah dia mengacungkan jari tengah ke arah mobil yang ditumpangi orang nomor satu di negeri Paman Sam tersebut.

Ya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kejadian pada Minggu (29/10/2017) lalu itu sempat diabadikan kamera jurnalis yang ikut rombongan Trump dan menjadi viral di dunia maya. Briskman juga ikut mengunggah hasil jepretan itu ke akun Facebook dan Twitter miliknya.

Sejatinya perusahaan tempatnya bekerja, Akima, tidak tahu bahwa itu adalah Briskman. Sebab, dalam foto tersebut hanya tampak dia dari belakang. Sang fotografer juga hanya menulis bahwa yang mengacungkan jari tengah ke mobil yang ditumpangi Trump adalah pesepeda berkaus putih dan memakai helm.

Orang-orang menyebut Briskman sebagai pahlawan dan layak ikut pilpres. Keesokan harinya, Briskman melapor pada HRD bahwa foto yang tengah ramai diperbincangkan itu adalah dirinya. Dia merasa perusahaan harus tahu. Sehari setelahnya alias Selasa (31/10), dia dipanggil dan dipecat.

Versi perusahaan, mereka memecat Briskman karena unggahannya berbau cabul dan bertentangan dengan kebijakan perusahaan tentang aturan penggunaan media sosial.

’’Jadi, mereka menyebut mengacungkan jari tengah sebagai sesuatu yang cabul,’’ ujar Briskman saat diwawancarai Huffington Post. Namun, diduga Briskman dipecat karena Akima adalah perusahaan kontraktor yang bekerja untuk pemerintah. Akima belum bisa dimintai keterangan.

Briskman mengaku tidak menyesal dengan perbuatannya. Perempuan yang sebelumnya berprofesi sebagai spesialis pemasaran dan komunikasi di Akima itu mengungkapkan, saat kejadian, konvoi mobil presiden menyalipnya yang tengah bersepeda. Tiba-tiba saja dia teringat berbagai kebijakan Trump yang tidak prorakyat.

’’Itu adalah kesempatan saya untuk mengatakan sesuatu,’’ tegasnya.

Saat itulah jari tengahnya teracung. Kini dia berharap bisa bekerja untuk organisasi seperti Planned Parenthood atau PETA. (The Guardian/CNBC/sha/c17/any/jpg/nin)



loading...

Feeds