Pengakuan Abang Penikam Adik Kandung, Sakit Hati Sering Dihina

Sahala saat diamankan di Polres Asahan.
Foto : Metro Asahan/JPG

Sahala saat diamankan di Polres Asahan. Foto : Metro Asahan/JPG

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Peristiwa tragis yang dialami Timbang Sagala, korban tewas ditikam abang kandungnya Sahala Sagala (58) sebanyak 3 liang, Kamis (9/11/2017) sekira pukul 16.30 WIB, persis di depan rumahnya, ternyata dilatarbelakangi sakit hati.

Sahala mengaku menaruh dendam karena sering dihina adik dan keponakan yang tinggal di Dusun II Desa Rawang Baru, Kecamatan Rawang Panca Arga, Asahan.

Pelaku mengatakan sering dimaki dan diusir korban dan anak-anaknya.

“Gimana lae, dia (Timbang Sagala) sama anak-anaknya selalu menghina dan ngusir aku dari rumah,” aku Sahala Sagala, Sabtu (11/11/2017) petang di Mapolsek Kota Kisaran.

Diakui pria yang dipecat dari satuan TNI tahun 1988 ini, sejak empat bulan lalu, dirinya terpaksa tinggal di rumah peninggalan orang tuanya, yang semula ditempati adiknya. Namun dirinya merasa tidak pantas direndahkan Timbang dan anak-anaknya.

“Aku pulang kampung baru empat bulan ini. Selama ini aku yang masak, sementara orang itu macam bos. Sejak orang tua kami sudah meninggal dunia, yang nempati rumah ya adikku itu sama anak-anaknya. Kan nggak salah kalau aku numpang sementara, karena istriku sudah meninggal dan aku mau cari kerja di sini,” ucapnya dengan raut serius.

Diakuinya, meski menyimpan sakit hati, namun tak ada sedikitpun menyimpan hasrat untuk menghilangkan nyawa adik bungsunya itu.

“Nggak ada niat mau matikan adikku aku lae, cuma mau ngasih pelajaran. Spontan saja nikam dia. Pisaunya kuambil dari rumah, nggak ada kusiapkan. Nyesal lah lae. Apalagi ingat nasib ponakan-ponakanku,” kilahnya disaksikan Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran, Ipda Syamsul Adhar SH usai pemeriksaan penyidik.

“Sementara ini kita sangkakan pasal 338 subsider pasal 351 ayat 3. Motif karna sakit hati terhadap korban,” ujar Syamsul Adhar.

Sementara itu, Gomgom Sagala, putra sulung korban meminta pamannya tersebut dihukum berat.

“Kalau bisa dihukum sampai mati di penjara lah dia (Sahala). Tega kali sama bapakku. Udah (dikebumikan) bang, tadi siang,” ucap Gomgom Sagala, anak sulung Timbang sekaligus ponakan Sahala.

Saat kejadian, Timbang menerima tiga tusukan di dada dan kiri sempat mendapatkan perawatan selama satu hari di RSUD Kisaran, namun nyawanya tak tertolong.



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …