Cuaca Buruk, Harga Cabai dan Tomat Mulai Naik

Tomat
foto : Pixabay

Tomat foto : Pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Harga cabai dan tomat di Medan kembali bergerak naik. Melonjaknya harga dua kebutuhan pokok tersebut akibat dampak pengaruh cuaca yang buruk.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Tradisional Petisah, M Pasaribu mengakui harga cabai merah kembali mengalami kenaikan. “Harganya (cabai merah) naik lagi, sekarang kita jual sudah Rp54.000 per kg. Padahal, sebelumnya masih Rp48.000 per kg,” ujarnya, Selasa (14/11/2017).

Menurut dia, kenaikan harga cabai merah ini dipicu kondisi cuaca di gunung (Berastagi), sehingga petani tidak bisa memanen cabainya. Oleh sebab itu, membuat pasokan yang masuk ke Medan tidak banyak.

“Di gunung hujan, jadi barangnya tidak ada,” aku M Pasaribu.

Selain cabai merah sambung dia, tomat juga ikut mengalami kenaikan. “Tomat harganya juga naik. Sebelumnya kita masih jual Rp13.500 per kg, sekarang sudah Rp 15.000 per kg,” tuturnya.

Hal senada diutarakan Iin, pedagang sayuran lainnya di Pasar Tradisional Kampung Durian. Dia justru memasarkan cabai merah ini diharga Rp55.000 per kg.

“Berbeda dengan cabai rawit yang justru bergerak turun. Setelah diawal pekan lalu bertahan selama dua hari seharga Rp35.000 per kg, kini dipasarkan di harga Rp30.000 per kg. Sementara bawang merah dan bawang putih relatif stabil, Rp24.000 dan Rp20.000 per kg,” cetusnya.

Sementara, Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin menyatakan hal yang tak jauh berbeda. Kata Gunawan, harga cabai merah kembali meroket ke level Rp50 ribu per kg.

“Harga cabai merah ini naik seiring dengan buruknya cuaca belakangan ini. Jika sebelumnya sekitar sepekan yang lalu bertahan di kisaran Rp42 ribu per kg, kini karena intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan mengakibatkan harganya naik lagi,” ungkapnya.

Menurut Gunawan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan cabai merah. Di hulu, hujan yang tinggi menyebabkan petani mengurangi aktifitasnya di lahan pertanian. Selain itu, jalur distribusi juga terganggu karena cabai harus ditutupi untuk menghindari air. Namun konsekuensinya cabai tidak tahan lama dan cepat busuk.

“Di tingkat pedagang, musim penghujan yang terlau sering juga mengakibatkan cabai yang dijual pedagang menjadi tidak tahan lama. Karena, umumnya pedagang kerap menjemur cabai saat dijual. Hal inilah yang memicu terjadinya kenaikan harga cabai saat ini,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk cabai kecil juga demikian. Harganya yang sempat bertengger di kisaran Rp24 ribu pekan lalu, saat ini naik menjadi Rp42 ribu per kg.

“Kenaikan harga cabai ini saya pikir belum dikarenakan oleh sentimen fundamental. Artinya, bukan dikarenakan adanya gangguan pasokan yang akut tetapi lebih disebabkan ada masalah gangguan cuaca,” ucapnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga bumbu dapir tersebut akan berlangsung sementara. Walau demikian, sebaiknya juga harus tetap mewaspadai pola-pola kenaikan harga cabai tersebut.

Sebab, dibandingkan setahun yang lalu, harga cabai saat ini terbilang masih lebih murah. Karena, sempat berada di kisaran Rp85 ribu per kg. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …