Meutya Hafid Bikin Diskusi Literasi Medsos tanpa Hoax

Meuyta Hafid saat diskusi tentang media sosial

Meuyta Hafid saat diskusi tentang media sosial

 

POJOKSUMUT.com, KUALANAMU – Rumah Berdikari yang merupakan binaan Meutya Hafid bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) serta Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) menggelar diskusi publik bertajuk “Menjadi Generasi Muda Cerdas di Media Sosial Tanpa Hoax” di Prime Plaza Hotel, Jalan Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sabtu (11/11) lalu.

Selain, Meutya Viada Hafid, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, ada tiga narasumber lagi yang turut memberi presentasi.

Yakni, DR Rudianto, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU); Mutia Atiqah, Komisioner KPID Sumatera Utara; dan Yulis Widyo Marfiah, Kadiv Pel Monev Ekosistem BP3TI. Dalam acara yang dipandu oleh Rizki Nasution ini terungkap bahwa berita hoax memang cukup sulit dibendung dan sangat provokatif serta pencegahannya.

Dalam sambutannya, Meutya mengatakan kekhawatirannya dengan kondisi yang terjadi saat ini, di mana generasi muda yang notabenenya harapan masa depan bangsa, dihadapkan pada sebuah fenomena kebebasan teknologi informasi dan komunikasi yang rentan menjadi korban hoax.

Media sosial menjelma sebagai wahana baru bagi generasi muda. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta orang hingga akhir 2016.

Bahkan 42,6 persen pengguna internet adalah generasi muda dalam usia 10 – 24 tahun. Makanya dibutuhkan pengetahuan yang utuh tentang penggunaan teknologi informasi dan komunikasi agar terhindar dari korban hoax atau menjadi bagian dari penyebar hoax.

“Kehadiran teknologi yang cepat ini seharusnya menjadikan generasi muda Indonesia semakin cerdas dan kreatif. Tapi dengan kebebasan seperti sekarang, diperlukan pemahaman bagi pengguna, terutama generasi muda untuk menganalisis informasi yang benar-benar terpercaya.”

“Karena tentu saja banyak informasi yang bertebaran di media sosial dan ini diserap oleh generasi muda. Makanya perlu peningkatan kapasitas literasi agar cerdas bermedia sosial,” kata legislator dari daerah pemilihan Sumut I ini.

Di samping itu, Ahmad Jauhari direktur keuangan BP3TI mengatakan, BP3TI adalah sebuah lembaga yang dibentuk Kemkominfo dengan salah satu tugas menyediakan jaringan dan internet.

Saat ini penduduk Indonesia ada sekitar 260 juta jiwa. Dari jumlah itu, ada sekitar 90 juta pengguna internet aktif yang didominasi oleh anak muda.

Makanya, generasi muda sangat rentan menjadi korban berita hoax yang dikhawatirkan akan berpengaruh negatif terhadap masa depan mereka.



loading...

Feeds

1.522 Mahasiswa Unimed Diwisuda

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan sudah lulus dari universitas yang telah meraih akreditasi A ini. …