Tak di Rumah Saat Digeledah, KPK Imbau Setnov Menyerahkan Diri

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam.

Sebanyak tujuh penyidik lembaga antirasuah itu masih di dalam rumah tersangka kasus korupsi e-KTP tersebut.

Sejauh ini belum ada kepastian apakah KPK mau menangkap Novanto, atau sekadar menggeledah rumahnya untuk kepentingan penyidikan kasus e-KTP. Seperti diketahui, ketua umum Golkar itu sudah menjadi tersangka kasus e-KTP.

Yang pasti, kediaman Novanto saat ini dijaga ketat oleh personel Brigade Mobil (Brimob) Polri. Mereka tidak hanya berjaga di luar pagar pembatas rumah Novanto dengan jalanan, tapi juga ada di depan pintu rumah.

Sementara itu, tindakan KPK ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, mereka telah mengeluarkan surat perintah penangkapan (sprinkap) guna membekuk Ssetnov.

Namun, hingga saat ini penyidik KPK belum bisa menangkap ketua umum Golkar itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sampai saat ini tim penyidik masih di lapangan. Menurutnya, penyidik berbekal sprinkap dari pimpinan KPK.

“Ada tim yang di rumah SN hingga dini hari ini. Sejauh ini belum menemukan dan proses pencarian masih dilakukan. Pimpinan KPK baru menerbitkan surat perintah penangkapan,” ujar Febri di KPK, Kamis (16/11) dini hari.



loading...

Feeds