Masjid Taqwa Polonia Diisukan Mau Dijual dan Diruntuhkan, Ternyata…

foto : ist

foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Polemik kepalsuan dari isi akte ikrar wakaf lahan seluas 1.841 meter persegi, yang diatasnya berdiri Masjid Taqwa Jalan Polonia Gang A Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan semakin berkepanjangan.

Pasalnya, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) masih terus menindaklanjuti penyidikan kasus tersebut.

Sikap tegas penyidik Ditreskrimum Polda Sumut, dalam waktu dekat ini akan segera melakukan pemanggilan terhadap Burhanuddin Abdullah (terlapor) untuk dimintai keterangan terkait akta ikrar wakaf, yang mulai terbongkar kepalsuannya dari pernyataan Ketua Tim Pembela Masjid Taqwa Polonia, Zulkarnain SS

Bukti terbongkarnya kepalsuan isi akte ikrar wakaf itu, pada Kamis (16/11/2017), dalam konferensi pers, Ketua Tim Pembela Masjid Taqwa Polonia Zulkarnain SS yang menyatakan, bahwa lahan Masjid Taqwa Polonia seluas 1.814 meter persegi yang diatasnya berdiri Mesjid Taqwa Polonia, Jalan Polonia Gang A Lingkungan I Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, diperoleh dari hibah/wakaf orang per orang dan seseorang bernama Rebo pada tahun 1951.

“Siaran pers yang digelar Zulkarnain dan rekan-rekannya itu, justru membongkar atau membuka tabir kepalsuan yang ada terkait lahan seluas 1.814 meter persegi tersebut, karena sangat bertolak belakang dengan isi akte ikrar wakaf yang sekarang ini dipegang dr Irvan (terlapor),” kata Ketua Tim Penyelamat Mesjid Taqwa, Fakhruddin Pohan dalam keterangan tertulisnya yang dikirim, Senin (20/11/2017).

Di sisi lain, Fakhruddin Pohan yang akrab dipanggil Kocu ini menjelaskan, bahwa warga  masyarakat Kelurahan Polonia bukan mau mengusik keberadaan Mesjid Taqwa.

“Masyarakat bersama Umat Islam di Kelurahan Polonia memiliki tujuan yang sangat mulia, hanya ingin meluruskan status keberadaan lahan seluas 1.814 meter persegi yang diatasnya berdiri Mesjid dan bertekad ingin menyelamatkan Mesjid Taqwa, yang selama ini dikelola oleh oknum-oknum yang notabene mencari keuntungan pribadi,” ujarnya.

“Saya selaku Tim Penyelamat Mesjid Taqwa ingin menyampaikan kepada publik, bahwasanya apa yang tersiar dan berkembang di masyarakat soal Mesjid Taqwa mau dijual kepada pengembang dan akan diruntuhkan ataupun terusik, itu adalah kabar bohong (hoax) dan fitnah yang keji. Buktinya, hingga saat ini, Masjid Taqwa Polonia masih tegak berdiri dan tidak terusik atau terganggu. Bahkan, masyarakat bersama Ummat Islam di Kelurahan Polonia bertekad siap menjaga dan mempertahankan Masjid Taqwa dari para pengganggu dan pengembang yang berusaha mengambil alih Masjid Taqwa,” pungkas Kocu.

Kata Fakhruddin Kocu, justru di tangan pengelola Masjid Taqwa saat ini, lingkungan masjid mulai tidak representatif dan kondusif lingkungannya, karena adanya pembangunan masjid di lokasi lahan yang bermasalah tanpa adanya Kepanitiaan pembangunan masjid dan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemko Medan.



loading...

Feeds