Cerita Herman, Tukang Pangkas Langganan Presiden Jokowi

Herman di barbershop tempat dia bekerja di Jakarta Sabtu (18/11). Dia sudah jadi tukang cukur langganan Jokowi sejak masih jadi Gubernur Jakarta. (Imam Husein/Jawa Pos)

Herman di barbershop tempat dia bekerja di Jakarta Sabtu (18/11). Dia sudah jadi tukang cukur langganan Jokowi sejak masih jadi Gubernur Jakarta. (Imam Husein/Jawa Pos)

 

POJOKSUMUT.com, Tiap kali potong rambut, Jokowi tak pernah neko-neko. Lalu, berapa ongkos yang diterima si tukang cukur? ”Cukup buat beli sawah,” kelakarnya.
FERLYNDA PUTRI, Jakarta
MALAM itu tak akan terlupakan bagi Herman. Seorang ajudan presiden memintanya datang ke istana. ”Saya pikir mau dijadikan menteri, ternyata disuruh jadi tukang potong rambut hehehe,” kelakar Herman saat ditemui di Jakarta Sabtu (18/11).

Hari itu, 20 Oktober 2014, Joko Widodo resmi dilantik sebagai Presiden Indonesia. Jadi, saat malamnya Herman ke istana, itu untuk kali pertama pria 38 tahun tersebut mencukur rambut kepala negara.

Tapi, Herman bukan orang asing bagi mantan wali kota Solo itu. Ayah seorang putri tersebut jadi tukang cukur langganan sejak Jokowi menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

Adalah Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, yang menjadi ”makcomblang” mereka. Kaesang kerap memotong rambut di tempat Herman bekerja, Shortcut Barberia.

Herman mengaku tak pernah belajar formal mengenai potong rambut. Sebagaimana para pencukur rambut asal Garut yang bekerja di Jakarta, dia mewarisi keterampilan mencukur secara turun-temurun. Kebetulan sang ayah punya rumah cukur atau barbershop di Garut. ”Saya belajar dari bapak,” ucap Herman.

Seperti penampilan umumnya yang bersahaja, Jokowi, menurut Herman, juga tidak pernah neko-neko soal potongan rambut. Paling cuma minta dirapikan. Soal panjang pendeknya juga nurut dengan Herman. ”Lebih rewel artis baru,” imbuhnya, lantas tergelak.



loading...

Feeds