Penabalan Marga Dituntaskan dengan Manortor, Kahiyang Dibawa ke Rumah Mertua

Kahiyang mengenakan bulang saat keluar dari rumah Doli Siregar. 
Foto : nin/pojoksumut

Kahiyang mengenakan bulang saat keluar dari rumah Doli Siregar. Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT. com, MEDAN-Usai sudah acara penabalan marga Siregar untuk Putri Presiden RI, Kahiyang Ayu, Selasa (21/11/2017 Jalan STM, Suka Tangkas, Kecamatan Medan Johor.

Istri Muhammad Bobby Afif Nasution ini resmi menyandang nama Kahiyang Ayu Boru Siregar. Acara penabalan marga ini dituntaskan dengan menjalani manortor pertama Kahiyang sebelum dilepas ke rumah mertuanya.
Kahiyang mengenakan kebaya dusty pink dan kain songket, menari tor-tor bersama para boru Siregar tanpa didampingi suaminya, Bobby Nasution. Bobby tampak duduk di kursi sambil menyaksikan sang istri berdiri dengan menggerakkan jari-jari saat manortor.

Usai manortor, Kahiyang dan Bobby kemudian dilepas keluarga Doli Siregar yang sekarang secara adat sudah menjadi orang tua Kahiyang Ayu Siregar.

Saat keluar dari rumah Doli yang juga paman Bobby, Kahiyang tampak mengenakan bulang perempuan atau topi adat Mandailing untuk pengantin wanita. Di bagian depan, dia menggendong bekal/seserahan (Paropa) yang diberikan keluarga Doli untuk dibawa ke rumah mertua.

Kahiyang saat Manortor

Kepulangan Kahiyang dan Bobby dari rumah Doli menyita perhatian warga sekitar. Banyak warga yang menanti di ujung pintu keluar rumah. Kahiyang dan Bobby langsung menaiki mobil yang dijaga ketat Paspampres. Begitupun Kahiyang masih sempat melempar senyum ke warga dan melepas bulangnya untuk bisa masuk ke mobil.
Menurut Chairuman Harahap, salah seorang perwakilan raja adat di acara ini, menjelaskan Kahiyang tidak didampingi Bobby saat manortor, karena keduanya belum melakukan acara adat sebagai suami istri.

Pesta adat lanjutan bagi Kahiyang-Bobby baru akan dilangsungkan pada 24-25 November di Rumah Orang Tua Bobby di Bukit Hijau Regency (BHR), Setiabudi. “Mereka kan belum mengikuti acara adat makanya tidak didampingi,” kata Chairuman.

Menurut Chairuman, makna dari manortor yang dilakukan Kahiyang sebagai ungkapan rasa syukur karena Kahiyang telah menjadi keluarga besar Siregar. Selain itu, manortor ini juga dilakukan untuk melepas Kahiyang sebagai anak perempuan Siregar ke rumah mertuanya.

“Jadi dia menari dengan teman-teman masa kecilnya sebelum dilepas ke rumah mertua,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)
.



loading...

Feeds