Bobby-Kahiyang Jalani Pesta Adat Mandailing Hari Pertama Berbalut Busana Warna Oranye

Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu dalam Pesta Adat Hari Pertama, di BHR, Jumat (24/11/2017).
Foto : Tim Media Center

Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu dalam Pesta Adat Hari Pertama, di BHR, Jumat (24/11/2017). Foto : Tim Media Center

POJOKSUMUT.com. MEDAN-Pasangan pengantin baru Muhammad Bobby Afif Nasution-Kahyuiyang Ayu menjalani rangkaian acara adat di Medan. Hari ini, sejak Jumat (24/11/2017) pagi.

Kali ini, keduanya mengikuti Horja Siriaon atau pesta adat Mandailing hari pertama di Bukit Hijau Regency (BHR), Komplek Tasbih Medan.

Bobby dan Kahiyang mengenakan busana warna oranye. Kahiyang tampil dengan kebaya lengkap dengan kain songket, selendang dan paduan ulos di bagian dada. Sementara Bobby mengenakan setelan jas abu-abu dengan kain songket di bagian pinggang. Dia juga mengenakan dasi senada berwana oranye dan peci berwan a hitam.

Pada 11.06 WIB, keduanya masuk ke ruangan utama acara adat lalu naik ke pelaminan atau panggung Gordang Sambilan. Tampak juga Abang Kahiyang, Gibran Rakabuming datang bersama anak dan istrinya.

Gibran memakai bulang (topi adat Mandailing) dan ikut manotor di samping Paman Bobby, Doli Sinomba Siregar.

Sebelum acara ini, Jumat pagi acara dimulai dengan Manalpokkon lahanan/pulungan ni horja, yakni pemotongan hewan kurban berupa kerbau sekira pukul 06.20 WIB. Acara adat pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu dikategorikan sebagai acara adat besar, maka lahan ni horja atau hewan yang disembelih adalah kerbau.
Dalam penyembelihan itu, seekor kerbau diturunkan dari sebuah mobil bak yang terbuka. Dimana, kerbau tersebut terlihat memberontak saat hendak diturunkan dari mobil bak terbuka. Setelah selesai diturunkan, kerbau yang sempat berontak itu juga terlihat dibaluti dengan sebuah ulos.
Kemudian adat penyembelihan pun dilangsungkan. Dimana, pada saat hendak disembelih kepala kerbau tersebut di arahkan ke arah barat untuk disembelih. Dalam penyembelihan itu juga disaksikan oleh para keluarga, petua-petua adat yang datang dalam acara Manalpokkon lahan ni horja.

Upacara pemotongan kerbau tersebut dihadiri oleh suhut atau pemilik hajatan, kahanggi (saudara semarga), anakboru, dan lainnya, disaksikan oleh pengetua-pengetua adat.

Acara selanjutnya adalah Manyantan gordang sambilan dohot Gondang. Acara ini pada intinya adalah membunyikan gondang atau gendang. Alat musik tradisional ini berikut seperangkat alat musik lainnya merupakan elemen penting dalam sebuah acara perkawinan adat Mandailing. Salah satu fungsi dari instrumen musik ini adalah untuk mengiringi ketika acara monortor atau menari tortor secara adat.

Upacara Manyantan Gondang dan Gordang Sambilan ini bersamaan dengan mendirikan bendera-bendera adat sebagai pertanda horja besar (horja godang). Ada beberapa bendera yang didirikan, antara lain bendera kebangsaan merah putih, bendera raja-raja Desa Na Walu, bendera Harajaon, bendera Lipan-lipan, bendera Siararabe, dan bendera Alibutongan (Pelangi).

Prosesi berikutnya adalah membuka galanggang siriaon. Acara ini merupakan prosesi untuk membuka gelanggang atau arena untuk panortoran yang dilaksanakan secara berurutan oleh Suhut, pengetua adat bermarga Nasution, pengetua adat bermarga Lubis, pengetua adat marga lainnya dari Mandailing, pengetua adat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Inanta Soripada yaitu Ibunda Bobby beserta ibu-ibu lainnya, serta Raja Panusunan, seorang raja yang akan memimpin persidangan adat.



loading...

Feeds