Usai Mandi Pangir, Bobby-Kahiyang Bergandengan Mesra

Bobby-Kahiyang duduk dalam proses marpangir. 
foto : nin/pojoksumut

Bobby-Kahiyang duduk dalam proses marpangir. foto : nin/pojoksumut

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Usai rombongan Presiden Republik Joko Widodo (Widodo) masuk ke tempat cara Mata Ni Horja (puncak acara), pasangan Bobby Nasution-Kahiyang Ayu mengikuti prosesi marpangir atau mandi pangir.

 

Sekira pukul 10.30 WIB, Bobby-Kahiyang keluar dari rumah Orang Tua Bobby menuju lokasi marpangir di Tapian Raya Na Martua, atau tepi sungai yang sengaja dibuat di sekitar lokasi pesta.

 

Bobby mengenakan baju setelan hitam dengan hiasan bernuansa emas lengkap dengan bulang (topi adat) . Sementara itu, Kahiyang mengenakan baju merah juga dengan bulang menjuntai di kepalanya.

 

Mereka berjalan diiringi tarian adat Mandailing. Kali ini, keduanya tidak berjalan beriringan, Bobby berjalan agak di belakang Kahiyang yang membawa darigip atau tempat tujuh batu yang akan diberikan Bobby.

 

Begitu sampai di sungai atau air terjun buatan, keduanya didudukkan berdampingan kemudian dicipratkan air dengan daun pangir.
Selain daun pangir, air yang cipratkan juga di dalamnya ada potongan beragam jenis jeruk purut.

 

Kemudian Bobby mengambil batu dari air terjun buatan lebih dahulu kemudian Kahiyang, secara bergantian hingga tujuh kali dan dimasukkan ke dalam darigip.

 

Ini adalah rangkaian terakhir marpangir, lalu Muhammad Saleh Nasution (81), sebagai Datu Tapian Raya memperbolehkan Bobby-Kahiyang bergandengan tangan.

 
Saleh Nasution menjelaskan ini adalah tradisi dari nenek moyang. “Karena kalian sudah menikah di Solo. Marpangir ini bermakna menghanyutkan masa muda,” ujarnya.

 

Keduanya lalu berjalan lagi bergandengan menuju lokasi utama acara.

 

Bobby-Kahiyang usai mengikuti marpangir menuju lokasi utama acara puncak pesta adat, Sabtu (25/11/2017).
Foto : nin/pojoksumut

 

Saleh menegaskan tujuh batu yang diambil dari lubuk tak boleh dibuang. “Tujuh batu itu bermakna agar kedua pengantin tidak terputus tujuh turunan. Ini adalah simbol, batu-batu ini harus disimpan sampai kahir hayat,” ungkapnya.

 
Dengan rangkaian marpangir ini secara simbolik, pasangan Bobby-Kahiyang yang resmi menikah 8 November 2017 sudah halal berpegangan. “Ibaratnya begitu. Sekarang sudah sah setelah marpangir, ” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds