Jokowi : Kami Minta Maaf kepada Warga Medan yang Terganggu Atas Acara Ini

Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana dan Puteranya Kaesang menaiki kereta kencana, Minggu (26/11/2017) menuju BHR.
Foto : nin/pojoksumut

Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana dan Puteranya Kaesang menaiki kereta kencana, Minggu (26/11/2017) menuju BHR. Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Usai sudah rangkaian pesta Ngunduh Mantu Presiden RI, Joko Widodo, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Kahiyang Ayu di Medan. Perhelatan akbar yang menarik perhatian ini selesai pukul 16.27 WIB, Minggu (26/11/2017) sore di Bukit Hijau Regency (BHR).

Ini ditandai dengan prosesi melempar bunga yang dilakukan Bobby-Kahiyang yang membelakangi tamu. Ini biasanya dilakukan dalam pernikahan berkonsep internasional, dimana tamu bersatus single berharap mendapat bunga tersebut yang katanya bisa segera mengikuti naik pelaminan seperti yang punya hajatan.

Seorang pria tampak berhasil mengambil bunga yang mendarat di tangannya di kerumunan.

Usai acara, Presiden Jokowi-sapaan akrabnya, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang turut mengucapkan selamat atas seluruh pernikahan putri dan menantunya ini.

“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Medan. Begitu juga dengan tokoh-tokoh adat saya ucapkan terima kasih banyak,” ujar Jokowi kepada awak media yang menantinya di pintu keluar, sebelum meninggalkan lokasi acara, Minggu (26/11/2017).

Tak hanya ucapaan berterima kasih, Jokowi juga mengungkapkan permintaan maafnya kepada warga Kota Medan. “Kami sekeluarga minta maaf kepada warga Medan yang terganggu atas acara ini,” tuturnya.

“Alhamdulillah, sekarang saya kira semuanya sudah selesai. Sekarang tinggal kerja,” pungkasnya.

Lokasi acarapun langsung terlihat sepi. Padahal sebelumnya, para tamu harus merasakan berdesakan untuk masuk ke lokasi. Mereka kepanasan karena lorong antrean tanpa pendingin udara, dan tidak ada kipas angin di sekelilingnya.

Bahkan ada yang rela keluar dari barisan karena merasa sesak. Sebab tidak ada jarak antar satu tamu yang antre dengan lainnya. Kurang lebih 30 menit yang harus dihabiskan di lorong untuk bisa masuk ke lokasi resepsi.

 

Para tamu undangan harus melewati lorong ini dan antre untuk bisa masuk ke lokasi acara.
Foto : nin/pojoksumut

Antrean menyemut dan berdesakan juga terlihat saat proses tamu hendak ke pelaminan untuk salaman dengan kedua mempelai.

Pada bagian lain, di luar area resepsi, tepatnya ruko-ruko di depan BHR yang dijadikan tempat pengamanan sudah diimbau tutup sejak tanggal 23 November 2017, tepatnya sejak acara adat dimulai.

Para pengusaha yang kebanyakan bergerak di bidang kuliner harus rela tak beroperasi selama tiga hari.

Pada saat hari H resepsi yang dimeriahkan Kirab Kereta Kencana, beberapa wilayah di sekitar Ring Road juga harus mengalami rekayasa lalu lintas. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds