Belajar Ilmu Kebal, Dibacok Gak Mempan, Begitu Disiram Air Keras 7 Warga Masuk Rumah Sakit, Ha Ha Ha…

 Salah satu korban latihan debus yang sedang dalam perawatan di rumah sakit Mitra Husada, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/11). (Togar Harahap/Radar Banten)

Salah satu korban latihan debus yang sedang dalam perawatan di rumah sakit Mitra Husada, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/11). (Togar Harahap/Radar Banten)

POJOKSUMUT.com, 14 warga di Kecamatan Sepatantimur, Kabupaten Tangerang, Banten, gagal melakukan debus kekebalan pada Jumat malam (24/11). Akibatnya mereka harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan atas luka bakar di tubuhnya.

Kejadian tersebut berlangsung di rumah kontrakan milik Mansur di Kampung Rawa Kopi, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Saat ini, sang guru bernama Ustad Didi masih dicari.

Berdasar informasi yang dihimpun, kasus gagal uji kekebalan itu berawal ketika 14 orang tersebut menjalani tes ilmu kekebalan tahap kedua. Untuk tes terakhir itu, Didi meminta para korban untuk membeli dan mencuci tangan dengan air keras.

Awalnya, para korban yang mencuci tangannya dengan kucuran air keras tidak merasakan apa-apa. Namun, sejam kemudian, tangan mereka panas dan melepuh. Bahkan, mengalami kram dan sakit tiada tara. Luka berisi air mengakibatkan tangan korban membengkak.

Di antara 14 orang yang melakukan tes kekebalan, tujuh orang dievakuasi ke RS Mitra Husada Tangerang. Tujuh lainnya dirawat di rumah karena hanya cedera ringan.

Salah seorang korban, Juadi, 53, mengaku diajak oleh rekan-rekannya sebulan yang lalu untuk berlatih ilmu kekebalan kepada Didi. Dia menyatakan, pria yang dipanggil Ustad Didi itu mengaku berasal dari Lampung dan telah malang melintang dalam ilmu kanuragan.

Mendengar itu, Juadi bersama 13 rekannya berangkat dari Kampung Bayur, Desa Lebakwangi, Kecamatan Sepatantimur, menuju lokasi untuk mengikuti tes pertama, Kamis (16/11).

Dalam tes tersebut, mereka dibacok dan diiris dengan golok, tetapi tidak terluka sedikit pun. “Dari itu, saya merasa percaya diri,” terangnya.

Dia menjelaskan, ada tiga kali tes agar mampu memiliki ilmu tersebut. Hingga pada Senin (20/11), mereka diundang untuk mengikuti tes kedua dengan air keras pada Jumat malam (24/11). “Saya makin bersemangat karena pada tes pertama enggak ada luka,” terangnya kepada Radar Banten (Jawa Pos Group) kemarin (26/11).

Pada tes kedua itu, Juadi dan 13 rekannya diberi doa agar tahan kebal. Dia tak merasakan panas saat air keras mengucur di kedua tangannya. Namun, setengah jam kemudian, ada keanehan yang dialami semua peserta tes. Tangannya mulai panas dan lebam. “Tangan kami seperti memegang besi panas. Sakit luar biasa,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Metro Tangerang AKBP Dedy Supriyadi membenarkan adanya kejadian itu. Dia menyebut masih menggali keterangan sejumlah saksi atas kejadian tersebut.

“Benar, ada 14 orang yang luka. Tujuh orang di RS, sementara sisanya tidak dirawat,” terangnya.

(you/gar/c6/ami/jpg/sdf)



loading...

Feeds