Ekonom: Sumut Diperkirakan Alami Deflasi

ilutrasi
pixabay

ilutrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Bulan November ini, Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan berpeluang mengalami deflasi.

“Bulan ini Sumut berpeluang mencetak deflasi. Dengan catatan, harga komoditas pangan yang menyumbang inflasi besar seperti cabai tidak mengalami kenaikan,” ungkap pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Senin (27/11/2017).

Menurut dia, laju tekanan inflasi selama bulan November masih akan terjaga dan bertahan rendah. Jika di awal bulan ini sempat mengkhawatirkan kenaikan harga cabai yang menyentuh Rp54 ribu per kg, ternyata saat ini diperdagangkan dikisaran Rp40 ribu.

“Kinerja harga cabai tersebut diperkirakan tidak akan memicu terjadinya inflasi yang besar selama bulan ini,” kata Gunawan.

Bahkan, sambung dia, harga cabai sempat mengalami penurunan hingga Rp34 ribu per kg beberapa hari yang lalu. Sejumlah bahan kebutuhan pangan lainnya juga tidak menunjukan adanya tren kenaikan.

“Bawang putih dan bawang merah diperdagangkan dikisaran Rp25 ribu per Kg. Selain itu, harga telur juga terus menunjukan tren penurunan dikisaran Rp19 ribu per kg, dibandingkan sebelumnya yang sempat bertengger dikisaran Rp22 ribuan per kg,” sebut Gunawan yang juga Ketua Pemantau Harga Pangan Sumut ini.

Dia melanjutkan, harga minyak goreng juga bertahan dikisaran Rp14-15 ribu per kg. Begitu juga harga daging juga terpantau stabil dan harga gula pasir.

“Jika tidak terjadi kenaikan yang besar pada harga ikan segar ditambah bulan November bukanlah bulan dengan jadwal libur panjang yang banyak, maka akan merealisasikan deflasi,” paparnya.

Ia menambahkan, jika melihat sejumlah indikator belakangan ini, maka sangat diyakini bahwa inflasi akan relatif terjaga dengan baik hingga menjelang akhir tahun 2017. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds