Lawan Persebaya di Final Liga 2, PSMS Optimis Tuntaskan Musim dengan Sempurna

Pelatih PSMS, Djajang Nurjaman.
foto : dok/Pojoksumut

Pelatih PSMS, Djajang Nurjaman. foto : dok/Pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Euforia PSMS Medan masuk kasta tertinggi, Liga 1 tak boleh terlalu lama. Pasalnya, tantangan baru sudah di depan mata, yaitu menuntaskan laga final Liga 2 melawan Persebaya dengan kemenangan.

Partai puncak Liga 2 sendiri akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (28/11/2017) malam.

Menghadapi Persebaya, PSMS punya misi tersendiri. Selain gelar juara, juga ada gengsi yang dipertaruhkan. Apalagi duel klasik ini sudah lama tak tersaji. Terakhir kali di kompetisi resmi terjadi tahun 2009.

Bahkan pertemuan kali itu cukup menyakitkan bagi PSMS. Persebaya memastikan tiket promosi ke ISL dengan memaksa PSMS turun kasta saat playoff. Kala itu PSMS bermain imbang 1-1 dengan Persebaya di waktu normal. Unggul lewat penalti Leonardo Martins Zada, Persebaya menyamakan skor menit ke-86 lewat penalti Jairon Feliciano. Pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Hasilnya saat adu penalti, gagalnya tendangan penalti Okto Maniani memastikan PSMS turun kasta. Tentu ini menjadi kesempatan PSMS membalas.

Apalagi Bandung menjadi tempat yang cukup bersahabat bagi PSMS. Selain Djanur sebagai orang asli Bandung, PSMS punya Suhandi, Roni Fatahillah, dan Choiril Hidayat.

“Sebenarnya finalnya itu saat lawan PSIS di semifinal. Tapi setelah lolos, kami ingin para pemain lebih main lepas tapi tetap sesuai instruksi saya,” ujarnya saat temu pers di Hotel Courtyard, Bandung, Senin (27/11/2017).

Menurutnya para pemain tentu punya misi berbeda untuk menang. “Target awal sudah tercapai masuk ke Liga 1. tapi apa boleh buat ketika harus bertanding di partai puncak, pemain pasti punya motivasi berbeda. Artinya besok kami akan menunjukkan performa kami maksimal. Dan kami yakin laga ini akan berjalan alot,” kata eks pelatih Persib ini.

Djanur sendiri optimistis bisa memenangi pertandingan, pun demikian dia tak mau over confident. “Persebaya adalah tim yang kuat. Kami harus bekerja keras bila ingin mengalahkan mereka dan menjadi juara Liga 2,” ungkapnya.

“Kami melalui perjuangan berat di semifinal melawan PSIS berbeda dengan Persebaya yang menang dengan mudah tanpa menjalankan extra time. Dari sisi kesiapan, mungkin Persebaya lebih baik karena main (di semifinal) di siang hari dan tanpa extra time,” tandas dia.



loading...

Feeds