Mangkir Panggilan Jaksa, Tiga Pejabat Sibolga Bakal Dijemput Paksa

ilustrasi
foto : pixabay

ilustrasi foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-‎Penyidik Kejati Sumut akan melakukan pejemputan paksa terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi ‎proyek rigit jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sibolga, dalam waktu dekat ini. Sikap ini lantaran ketiganya, sudah mangkir beberapa kali dalam pemeriksaan.

Ketiga tersangka, yang kerap mangkir dalam pemeriksaan itu, adalah ‎Kadis PU Sibolga, Marwan Pasaribu, Ketua Pokja, Rahman Siregar dan Pejabat Pembuat Komitmen (PKK)‎, Safaruddin Nasution. Dalam catatan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, ketiga sudah mangkir sebanyak 3 kali.

“Kalau sesuai dengan Undang-undang dan nanti kita kesimpulan dari penyidikan, harus dilakukan pejemputan paksa,” ungkap ‎Kepala‎ Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Senin (27/11/2017).

Dia mengatakan ketiga tersangka itu, dijadwalkan kembali untuk dilakukan pemeriksaan di Kejati Sumut, Rabu (29/11) pekan ini. Bila mereka datang tidak tutup kemungkinan akan dilakukan penahanan seperti 10 tersangka sebelumnya.

“Minggu depan tiga tersangka dijadwalkan pemeriksaan. Mereka tidak hadir, sekali menjadi saksi dan dua kali dipanggil sebagai tersangka,” tutur Sumanggar.

Disinggung mengenai perihal pemeriksaan Walikota Sibolga HM Syarfi ‎Hutauruk yang tak kunjung diperiksa penyidik, Sumanggar enggan berkomentar lebih jauh. Padahal sebelumnya penyidik membeberkan akan melakukan pemeriksaan Syarfi Hutauruk sebagai saksi pekan lalu.

“Untuk dia (Syarfi Hutauruk) belum ada kita jadwalkan. Karena kita fokus sama yang tersangka dulu,” bebernya singkat.

Kembali ditanya kapan jadwal Walikota untuk diperiksa penyidik Kejati Sumut. Sumanggar tak memberikan jawaban seolah mengaburkan pemeriksaan orang nomor satu Sibolga.

“Nanti itu yah,” tandasnya.

Dalam kasus ini, penyidik Pidsus Kejati Sumut sudah menetapkan 13 tersangka, terdiri 10 tersangka dari pihak rekanan. Ke-10 tersangka itu, sudah dilakukan penahanan di Rutan Tanjunggusta Medan, beberapa waktu lalu.

“Dalam penyidikan kita pada kasus ini, ditemukan spesifikasi ‎tidak sesuai pada pajang dan lebar jalan yang dikejarkan. Kemudian, pelaksanaan kerja juga tidak sesuai dengan waktu,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds