Diperiksa Polisi, Ahmad Dhani sampai Nginap di Kantor Polisi

Ahmad Dhani

Ahmad Dhani

 

POJOKSUMUT.com, Pemeriksaan musisi Ahmad Dhani oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, berlangsung sampai Jumat (1/12) dini hari.

Menurut kuasa hukum Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, penyidik mengaku lelah setelah melakukan pemeriksaan sejak pukul 13.40 WIB, Kamis (30/11). Akhirnya, proses pemeriksaan diistirahatkan.

“Jadi, prinsipnya saat ini masih tahap pemeriksaan, jadi ada jangka waktu 1×24 jam bagi penyidik melakukan pemeriksaan.”

“Sampai saat ini statusnya break, karana penyidik sudah letih, kami juga sudah letih, begitu juga Mas Dhani. Jadi, kita break dulu untuk dilanjutkan besok,” kata Hendarsam di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (1/12) dini hari.

Untuk lebih efisiensi waktu dan juga tenaga dalam hal kelanjutan pemeriksaan, kata Hendarsam, Dhani lebih memilih untuk bermalam di ruang penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Hendarsam menjelaskan, pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada Ahmad Dhani tidak jauh berbeda seperti proses pemeriksaan saat Dhani masih dalam status saksi.

“Materi itu tak jauh dengan yang disampaikan Mas Dhani dalam tahap penyelidikan, saat masih berstatus saksi. Jadi tetap sama, cuma ada beberapa tambahan dikit yang nggak substansial,” ungkap Hendarsam.

Terkait isu penggeledahan di kediaman pentolan Band Dewa 19 itu untuk mencari sim card, Hendarsam menampiknya. Menurutnya, penyidik harus merujuk pada surat berita acara untuk melakukan penggeledahan.

“Untuk penggeledahan, kalau nggak ada surat itu berarti nggak sah dan sampai sekarang kami belum terima pemberitahuan itu,” tutur Hendarsam.

Menurut dia, pihaknya telah menyerahkan sim card yang sebelumnya dicari polisi untuk kebutuhan alat bukti. “Jadi secara kontekstual alat bukti yang dibutuhkan penyidik itu sim card dan itu sudah clear,” ucap Hendarsam.

Lebih lanjut, Hendarsam menyatakan, status Ahmad Dhani yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka belum dilakukan penahanan, karena proses pemeriksaan masih berjalan dan akan dilanjutkan.

“Masih sebagai tersangka dalam tahap pemeriksaan, cuma masih break,” pungkasnya.

Kasus Dhani bermula dari laporan yang diajukan oleh Jack Boyd Lapian. Boyd yang mengklaim sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini melaporkan unggahan Dhani di akun twitter @AHMADDHANIPRAST yang menyebutkan, ‘Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP’.

Dalam kasus ini, Ahmad Dhani diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

(rdw/JPC)



loading...

Feeds