Arsenal Vs Manchester United : Ketika Mou Bakal Terapkan Gaya Parkir Bus Lagi

Arsene Wenger dan Jose Mourinho.
Foto : skysport

Arsene Wenger dan Jose Mourinho. Foto : skysport

POJOKSUMUT. com,  DUEL klasik Liga Inggria kembali tersaji saat Arsenal dan Manchester United, bentrok, Minggu (3/12/2017) dini hari.

 

Laga yang juga bertajuk Battle of Old Trafford atau Battle of the Buffet ini sudah bisa jadi gambaran betapa panasnya duel dua tim elit London dan Manchester itu. Atau, rivalitas panas antara Arsene Wenger dengan Jose Mourinho yang terus membara sejak 13 tahun terakhir. Akan tetapi, nuansa itulah hanyalah sekelumit cerita.



Jangan berharap terlalu banyak cerita itu men­jadi nyata begitu Arsenal menjalani laga ke-227- nya, di Emirates Stadium, London dini hari nanti WIB (siaran langsung RCTI/ beIN Sports 1 pukul 00.30 WIB). Mourinho dalam konferensi persnya tadi malam WIB, misalnya, mengirim pesan khusus. Ia mengatakan, bentrok ke-227 ini akan dilalui dalam suasana membosankan.

Mourinho tampaknya terinspirasi dengan film soal megabintang tenis Borg McEnroe yang baru dirilis September lalu. ‘’Pelatih Borg mengatakan padanya. Satu poin pada satu waktu, pikirkan hanya satu poin. Itulah yang harus kami pikirkan,’’ ungkap Mourinho, dikutip Mirror.

Musim lalu, dua kali bertemu hasilnya sekali imbang dan se­kali tumbang. Mourinho pun tak peduli gap poin dengan Manchester City yang bisa saja melebar pekan ke-15 ini apabi­la ia kembali gagal menang atas tuan rumah The Gunners. Sampai pekan ke-14, United sudah berselisih delapan angka dengan tetangga yang suka be­risik itu.

‘’Saya sudah bilang ke pe­main. Pikirkan laga ini (bukan City). Jangan berpikir poin yang kami dapatkan, cukup pikirkan saja Arsenal,’’ tutur Mourinho.

Bukan sekadar per­nyataan kata belaja. Statistikanya musim ini di Premier League sudah bisa jadi tolok ukur bahwa laga tersebut bakal membosankan. Berkaca dari hasil United melawan sesama klub enam besar, Mourinho lebih suka bermain negatif.

Buktinya ada, ketika mena­han Liverpool 0-0 di Anfield, Liverpool (14/10/2017) dan di balik kekalahan 0-1 dari Chelsea di Stamford Bridge, London, pada 5 November lalu. Selain tak mampu mencetak satu gol, to­tal tembakan Antonio Valencia dkk tidak lebih dari tujuh. Bahkan, di Anfield hanya tiga kali tembakan.

Rata-rata penguasaan bola United juga hanya 46 persen. Pada dua laga itu, David De Gea selalu jadi sosok tersibuk. Terkait skema bertahannya yang kerap disebut parkir bus, Mourinho punya alasan tersen­diri. ‘’Karena saat memegang bola kami menyerang dengan 11 pemain. Dan, di saat kami kehilangan bola, maka kami juga akan bertahan dengan 11 pemain,’’ kilah Mourinho.

Tak heran jika dari tujuh laga tandangnya di Premier League United hanya bisa mencetak satu gol per laga. Agresivitasnya hampir tiga kali lipat ketika berlaga di Old Trafford. ‘’Yang kami tahu, kami tak boleh ka­lah di sana (Emirates),’’ ucap gelandang United Paul Pogba, seperti dikutip situs resmi klub.

Jumlah gol kandangnya 20, sama seperti Arsenal di Emirates. Permainan United ini akan menjadi tantangan bagi Laurent Koscielny dkk yang mencetak tujuh gol dan tidak kebobolan di Emirates sepan­jang November kemarin. ‘’United klub kuat. Saya hanya berpikir dengan apa persoalan yang akan mereka berikan ke kami. Mereka akan menyerang kami. United tidak akan hanya bermain bertahan,’’ harap Wenger, dikutip Sky Sports.

Sama seperti Arsenal. United sepanjang November juga ra­ta-rata mampu mencetak lebih dari dua gol per laga. ‘’United melakukannya dengan baik sementara ini. Jadi, jangan buru-buru untuk simpulkan laga ini membosankan. Sebaliknya, laga ini akan jadi laga yang menjanjikan,’’ tandas Wenger. (ren/jpg)



loading...

Feeds