Terapkan Pembelajaran Interaktif, Polmed Dampingi Guru Madrasah Ibtidaiyah di Binjai


Tim UPPM Polmed memberikan bantuan infocus ketika melakukan pendampingan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahul Jannah, Binjai, belum lama ini. 
Foto : ist

Tim UPPM Polmed memberikan bantuan infocus ketika melakukan pendampingan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahul Jannah, Binjai, belum lama ini. Foto : ist

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Metode pembelajaran interaktif belum sepenuhnya diterapkan oleh sekolah tingkat dasar di Sumut. Salah satunya, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahul Jannah yang berlokasi di Kelurahan Binjai Utara, Binjai.

 

Padahal, dengan model pembelajaran tersebut akan mempercepat pemahaman siswa-siswi terhadap suatu materi pelajaran. Untuk itu, Politeknik Negeri Medan (Polmed) melalui tim Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) melakukan pendampingan terhadap guru di madrasah tersebut dalam menerapkannya.

 

Ketua tim pendampingan, Selfi Afriani Gultom menjelaskan, model pembelajaran interaktif yaitu teknik pembelajaran yang digunakan guru pada saat menyajikan bahan pelajaran.

 

Guru merupakan pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.

 

“Proses belajar mengajar keterlibatan siswa harus secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran dan psikomotor (keterampilan, salah satunya sambil menulis). Dalam proses mengajar seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan, menyajikan media yang dapat dilihat, memberi kesempatan untuk menulis dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan. Sehingga, terjadi dialog kreatif yang menunjukan proses belajar mengajar yang interaktif. Hal yang paling mendasar dari proses pembelajaran interaktif ini adalah tersedianya alat bantu yang mempermudah penyampaian materi sehingga berjalan dengan lancar,” terang Selfi, Senin (4/12/2017).

 

Diutarakan Selfi, para guru di lembaga pendidikan tersebut sebenarnya sudah mendapat pendampingan mengenai penerapan pembelajaran interaktif pada tahun lalu. Namun, ternyata hasilnya belum maksimal.

 

“Guru masih menginginkan pelatihan kembali pembelajaran interaktif, karena kondisi tahun lalu laptop yang telah diberikan belum digunakan. Sehingga, pelatihan harus diulang dan memohon untuk diberikan materi yang lain. Dengan demikian memberikan tutorial untuk problem solving dalam pembelajaran di kelas menjadi penting yaitu memberikan pengarahan serta pendampingan kepada guru-guru yang ada,” tuturnya.

 

Di sisi lain, sambung Selfi, sekolah tersebut belum memiliki alat untuk kebutuhan media pembelajaran elektronik yang lengkap. Alat tersebut selain laptop sebagai media penyampaian guru di kelas adalah infocus (LCD). Kemudian, siswa di sekolah belum pernah menerima pembelajaran interaktif dengan media elektronik karena keterbatasan sarana dan prasarana.

 

“Fasilitas belajar mengajar utama saja masih sangat minim apalagi fasilitas untuk lebih meningkatkan proses pengajaran. Selain itu, sekolah ini hanya memiliki satu komputer yang digunakan untuk administrasi dan tidak bisa digunakan untuk pembelajaan interaktif,” sebutnya.

 

Oleh sebab itu, kata Selfi, maka dilakukan kegiatan pendampingan dengan pemberian penjelasan pembelajaran interaktif lanjutan, termasuk juga di kelas. Selanjutnya, pemberian infocus (LCD) sebagai alat bantu pelengkap media pembelajaran interaktif dengan elektronik. Serta, pemberian tutorial langsung kepada siswa dalam rangka memberi contoh kepada para guru bentuk pembelajaran interaktif dengan media elektronik.

 

“Tujuan dari kegiatan ini semua untuk menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan bagi guru dan siswa. Dengan begitu, siswa akan lebih aktif dalam proses pembelajaran dan menggunakan perangkat teknologi berbasis elektronik,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

RSU Royal Prima Tambah Gedung Baru

Dipaparkannya, tercatat sedikitnya ada 59 rumah sakit umum dan 19 rumah sakit khusus, baik swasta maupun pemerintah yang telah berdiri …