Bayern Munchen Vs PSG : Misi Balas Dendam Die Roten

Thomas Muller

Thomas Muller

POJOKSUMUT.com, AROMA dendam mewarnai laga Bayern Munchen dan Paris saint Germain (PSG) dalam match day gup B Liga Champions di Allianz Arena, Rabu (6/12/2017) dini hari nanti.

Meskipun kedua tim sudah pasti lolos ke babak 16 besar, namun kekalahan 0-3 pada pertemuan pertama di Paris September lalu jelas ingin dibalas The Bavaria-julukan Bayern di depan pendukung sendiri.

Apalagi, kekalahan itu bukan hanya menjadi tamparan keras di wajah Die Roten (Si Merah), julukan Bayern sebagai raksasa Eropa. Akan tetapi, hasil minor itu juga sempat membuat keretakan internal. Ujung dari petaka di Parc des Princes itu adalah pemecatan pelatih Carlo Ancelotti.

Bayern sendiri memang butuh alasan untuk tampil lebih ‘kejam’ menghadapi PSG. Hal itu dikarenakan mereka masih berharap bisa menjadi jawara Grup B. Dengan kekalahan tiga gol di Prancis, setidaknya mereka butuh kemenangan minimal empat gol untuk menyalip PSG di puncak klasemen.

Sejauh ini, PSG yang menyapu bersih lima laga awal memimpin Grup B dengan poin 15. Sementara Bayern menguntit di posisi kedua dengan 12 angka. Karena selisih gol Bayern jauh di bawah PSG, secara otomatis, mereka butuh unggul head to head untuk menjadi juara grup.

Melihat performa mereka yang kembali menanjak usai dilatih Jupp Heynckes, menang atas PSG jelas bukan hal mustahil. Penyerang Bayern, Thomas Muller pun sudah menegaskan mereka tidak akan mengubah formasi secara berlebih untuk memburu kemenangan besar.

“Pada dasarnya kami ingin bermain untuk menang. Tetapi, kami jelas tidak akan bermain dengan enam striker hanya karena kami butuh kemenangan 4-0 untuk menjuarai grup. Hal ini semua hanya tentang memenangkan pertandingan,” kata Muller dalam wawancaranya dengan bundesliga.com.

Heynckes yang menang sembilan kali dan menelan sekali kekahalan dari 11 laga pasca menggantikan Ancelotti sejak awal juga sudah mengingatkan pemainnya bahwa ambisinya adalah juara grup. “Kami akan mencoba lolos sebagai juara grup meskipun itu sulit,” tegas Heynckes di situs resmi UEFA.

Untuk menjadi juara grup dan menuntaskan dendam, Bayern tidak hanya wajib memburu gol sebanyak mungkin. Mereka juga mesti punya pertahanan kukuh. Dengan 24 gol di lima laga awal, PSG saat ini adalah klub tersubur sepanjang sejarah fase grup Liga Champions.

Dan jika Bayern tak membenahi pertahanannya jelang duel ini, bek mereka, Jerome Boateng ragu hasil positif akan didapatkan FC Hillywood. Menurut Boateng, saat menghadapi Hannover pekan lalu, mereka terlalu membebaskan pemain lawan bergerak sehingga harus kebobolan satu gol.

Apabila itu terulang, Neymar dan kawan-kawan akan menghukum mereka. “Kami tidak bertahan dengan sangat baik setelah kehilangan penguasaan bola dan memberikan Hannover banyak sekali ruang gerak, khususnya pada babak pertama. Pada babak kedua, kami memiliki organisasi lebih baik. Tapi, jika Anda bermain seperti ini menghadapi Paris, mereka akan menghancurkan Anda,” jelasnya.

Walau peluangnya menjadi juara grup sangat terbuka dan hanya butuh hasil seri atau minimal tidak kalah empat gol, kubu PSG datang ke Jerman dengan ambisi besar. Pelatih PSG, Unai Emery menegaskan bahwa musim ini, duel kontra Bayern di Allianz Arena menjadi ujian tersulitnya.

Hal itu menurutnya menjadi tantangan tersendiri. “Pertandingan pada hari Selasa (Rabu Wita) sangat penting bagi kami karena laga ini merupakan ujian besar melawan tim yang juga tampil bagus di Liga Champions. Kami ingin tunjukkan bahwa kami ingin mengakhiri musim ini dengan baik,” katanya di L’Equipe.

PSG sebenarnya datang ke Jerman dengan berbekal kekalahan 1-2 dari tim promosi Strasbourg di Ligue 1. Itu juga menjadi kekalahan pertama PSG Les Parisiens musim ini. Tetapi, Emery sangat optimis kekalahan itu tidak merusak mental bertanding anak asuhnya di Allianz Arena.

“Khawatir akan menghadapi Bayern Munchen? Tidak. Tim sama sekali tak kehilangan kepercayaan diri. Pada laga tersebut kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol, kami hanya kurang efisien. Kami pantas untuk menjadi pemenang pada laga tersebut, jadi kami tidak khawatir,” tegas eks pelatih Sevilla tersebut.

Gelandang PSG, Javier Pastore juga tak ragu kekalahan itu menggangu usaha mereka menjadi juara grup. Menurutnya, PSG hanya perlu belajar dari kesalahan. “Kita perlu memahami kesalahan yang kita buat untuk belajar dan memperbaiki pada pertandingan berikutnya,” katanya di twitter.

Ini akan menjadi duel kedelapan kedua klub. Pada tujuh duel terdahulu, Bayern yang diprediksi tidak bisa diperkuat Manuel Neuer, Arjen Robben dan Thiago Alcantara yang cedera, menang dua kali. Sebaliknya, PSG yang hanya akan kehilangan gelandang veteran, Thiago Motta meraih lima kemenangan. (amr/abg/jpg)



loading...

Feeds

RSU Royal Prima Tambah Gedung Baru

Dipaparkannya, tercatat sedikitnya ada 59 rumah sakit umum dan 19 rumah sakit khusus, baik swasta maupun pemerintah yang telah berdiri …