Bos Sabu Terpidana Mati di Medan Kembali Dituntut Mati

Togiman

Togiman

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Terpidana mati kasus narkoba di Sumut, Togiman alias Toge kembali dituntut dengan hukuman mati. Kali ini, dia dinyatakan bersalah terlibat dalam pengendalian bisnis narkoba seberat 25 kg dari dalam penjara.

Selain Togiman, 5 terdakwa dalam pengiriman sabu-sabu itu dituntut dengan hukuman seumur hidup, termasuk seorang terpidana kasus narkotika Thomson Hutabarat. Tiga lainnya kurir yang berada di luar penjara, yakni Abdul alias Edo, Wagimun, dan Sugiarto.

Tuntutan terhadap kelima terdakwa dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Tarihoran di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/12). Dia menyatakan, kelima terdakwa telah melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Meminta agar majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki dan menguasai narkotika golongan IA bukan tanaman dengan jumlah lebih dari 5 gram,” ujar Dewi dihadapan majelis hakim yang diketuai Saidin Bagariang.

Dalam nota tuntutannya, JPU menilai hal yang memberatkan Togiman karena tidak jera mengulangi perbuatannya. Padahal, sudah divonis mati. Untuk hal yang meringankan tidak ada.

Ini kali kesekian Togiman terjerat masalah narkotika. Pria ini sebelumnya merupakan narapidana perkara narkotika yang tengah menjalani hukuman 9 tahun penjara di Lapas Kelas II B Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut. Dia kemudian ditangkap kembali karena mengatur peredaran 21,425 Kg sabu-sabu, 44.849 butir pil ekstasi. Hukuman mati dijatuhkan hakim agung kepadanya.

Terkait kasus 21,425 Kg sabu-sabu dan 44.849 butir pil ekstasi ini, Toge juga mencoba melakukan penyuapan. Dia pun dihukum 12 tahun penjara dinyatakan bersalah melanggar UU Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, karena memberikan Rp2,3 miliar kepada AKP Ichwan Lubis, yang saat itu menjabat Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds