Dugaan Terlibat Sabu Jaringan Internasional, Kapolda Ancam Oknum Pecat Kapolsek di Nias

Kapolda Sumut dan para tersangka saat paparan kasus peredaran sabu 38 Kg, Rabu (6/12/2017).

Kapolda Sumut dan para tersangka saat paparan kasus peredaran sabu 38 Kg, Rabu (6/12/2017).

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw menegaskan tak ada ampun bagi personil kepolisian jajarannya yang terlibat narkoba. Pemecatan jelas menjadi ancaman utama.

Ini diungkapkan Irjen Pol Paulus Waterpauw menanggapi dua oknum polisi, yaitu BS, Kapolsek Lolowau Polres Nias Selatan dan YMS Kepala Bintara di Polres Tanjungbalai yang diduga terlibat peredaran sabu.

Keduanya terjaring saat pengembangan kasus dari penangkapan terhadap para pelaku inisial CPS dan GS di Jalan Gaperta Ujung Medan Helvetia dengan barang bukti uang disita sabu sebanyak 15 Kg, Minggu (3/12/2017). Dari hasil pengembangan terhadap kedua pelaku, personil kembali menangkap 6 pelaku yang 2 diantaranya merupakan anggota Polri. Salah satu pelaku yang berupaya melawan petugas diberikan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan pelaku meninggal dunia.

“Saya pastikan Kapolsek Lolowau Polres Nias Selatan inisial BS Ajun Komisaris Polisi dsn YMS berpangkat Brigadir Kepala Bintra di Polres Tanjungbalai diberhentikan secara tidak hormat bila terlibat dalam kasus narkoba ini. Apapun hasilnya, keduanya tetap akan saya pecat. Karena telah bekerjasama dengan bandar narkoba dan mencoreng institusi Polri,” tegasnya, Rabu (6/12/2017) di Halaman Kantor Dit Resnarkoba Polda Sumut dalam Press Release tentang pengungkapan kasus tindak pidana Narkotika Golongan I jenis sabu seberat 38 Kg jaringan sindikat Internasional Malaysia-Indonesia.

Saat ini, BS dan YMS sendiri sedang diperiksa di Propam Polda Sumut.

Kapolda menjelaskan kasus jaringan sindikat Internasional Malaysia-Indonesia ini diawali dengan penyelidikan secara intensif selama tiga minggu oleh personil Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.

Penangkapan pertama pada Sabtu (25/11/2017) terhadap pelaku MDW di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat dengan barang bukti berupa 6 Kg sabu. Selanjutnya, personil melakukan penangkapan kedua pada Selasa (28/11/2017) terhadap pelaku PUJR di Kecamatan Medan Marelan dengan barang bukti 6 bungkus koran merk Qin Shan berisi sabu dengan total berat keseluruhan 6 Kg.

Pelaku yang mencoba melarikan diri berhasil dilumpuhkan personil dengan menembak kaki sebelah kanan yang selanjutnya pelaku dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat pengobatan.

Penangkapan ketiga berhasil dilakukan personil pada Minggu (3/12/2017) setelah melakukan pembuntutan terhadap para pelaku inisial CPS dan GS di Jalan Gaperta Ujung Medan Helvetia dengan barang bukti uang disita sabu sebanyak 15 Kg. Dari hasil pengembangan terhadap kedua pelaku, personil kembali menangkap 6 pelaku yang 2 diantaranya merupakan anggota Polri. Salah satu pelaku yang berupaya melawan petugas diberikan tindakan tegas dan terukur yang menyebabkan pelaku meninggal dunia.

Penangkapan keempat dilakukan pada Senin (4/12/2017) terhadap pelaku AS, AZ, dan AC dimana ketiga pelaku ditangkap di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat dengan barang bukti disita 1 Kg sabu.

Penangkapan kembali dilakukan personil pada Selasa (5/12/17) terhadap pelaku SY di depan Merdeka Walk Medan dengan barang bukti yang disita 10 Kg sabu dan 1 unit Avanza warna hitam. Saat akan ditangkap, pelaku mencoba melarikan diri dan berhasil dilumpuhkan petugas dengan menembak kaki pelaku. Hingga saat ini pengembangan kasus terus dilakukan oleh petugas. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

RSU Royal Prima Tambah Gedung Baru

Dipaparkannya, tercatat sedikitnya ada 59 rumah sakit umum dan 19 rumah sakit khusus, baik swasta maupun pemerintah yang telah berdiri …