Ketika Personil Band J-Rocks Mengendarai Becak Siantar

Personel J-Rocks mengendarai BSA keliling Siantar
Foto : MetroSiantar/JPG

Personel J-Rocks mengendarai BSA keliling Siantar Foto : MetroSiantar/JPG

POJOKSUMUT.com, BAND Ibu kota, J-Rocks, menikmati suasana menarik di Kota Siantar, akhir pekan kemarin. Satu hari menjelang manggung, mereka menyempatkan berkeliling Kota Siantar. Terik matahari tidak mereka gubris kala berkeliling menggunakan sepeda motor dan becak Birmingham Small Arm (BSA) atau yang akrab disapa Siantar.

Rute yang mereka lewati ditengah keterbatasan waktu adalah, Jalan Sangnaualuh, Jalan Pdt Justin Sihombing, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Sutomo-Jalan Merdeka. Sebelum berakhir di Cafe OH5, personel J-Rocks bersama rombongan lainnya terlebih dahulu mengabadikan foto di salah satu objek wisata yaitu Icon Kota Pematangsiantar yaitu Tugu becak BSA yang ada di Lapangan Pariwisata, Jalan Merdeka.

Kedatangan mereka untuk menggunakan sepeda motor dan becak BSA, diterima langsung Ketua Divisi Biker BOMS Kota Siantar dr Fihzan Ginting. Pria ini terjun memandu artis papan atas itu mewakili El President BOMS Erizal Ginting.

Tampak beberapa kali personil J-Rocks antara lain Iman Taufik Rachman (vokal dan gitar), Sony Ismail Robayani (gitar), Swara Wimayoga (bass), dan Anton Rudi Kelces (drum), bertanya mengenai keunikan BSA itu sendiri, termasuk cara-cara untuk mengenderainya.

Band yang menganut jenis musik dan lagu Japanese pop/rock, pop, rock, dan rock alternatif tersebut tidak canggung mengendarai sendiri sepedamotor yang diproduksi sekitar 1920 itu.

Setelah sebelumnya mendapat panduan dari Ketua Divisi Biker BOMS bersama rekan-rekannya. Personel band yang dibentuk tahun 2003 ini sesekali berganti kendaraan, antara becak BSA dan sepedamotor BSA. Rombongan artis ini dikawal personel Satlantas Polres Siantar

Hal ini membuktikan juga bahwa kecintaan masyarakat terhadap BSA tidak dapat dipungkiri terus meningkat ditengah pertumbuhan generasi otomotif bidang sepeda motor.

Rasa kepuasan tersendiri tercipta kala duduk diatas sepeda motor tersebut. Setidaknya bisa mengingatkan masa penjajahan masa dulu. Sesuai sejarah, BSA ini jenis sepeda motor buatan Inggris yang didesain khusus mampu dipergunakan di medan perang.

Bagi personil Band J-Rocks, BSA perlu dilestarikan bersama tanpa terkecuali meningat juga jumlahnya saat ini tidak banyak. Semangat BOMS melestarikan nilai sejarah patut diajuin jempol dan layak diberi apresiasi. Menurut Band J-Rocks, naik di diatas mesin yang memiliki ciri khas itu tidaklah mudah karena ada beberapa desain yang berbeda dengan generasi sepedamotor sekarang, yaitu remnya berada di sebelah kanan.

“Saya rasa unik sepeda motornya. Apalagi baru kali ini saya mengendaranginya. Dan ini layak dilestarikan karena tidak ada lagi produksinya,” kata vokalis J-Rocks, Iman Taufik Rachman.

Sementara itu, Ketua Divisi Biker BOMS dr Fihzan Ginting mengaku begitu bangga dapat memberikan hal terbaik kepada personil Band J-Rocks. Menurutnya, kecintaan orang dari berbagai kalangan dan dari berbagai daerah terhadap kenderaan BSA tersebut sekaligus untuk memperkenalkan kota bermotto “Sapangambean Manoktok Hitei” ini secara luas ke penjuru dunia.

“Agenda yang dikobarkan lewat BSA ini adalah menjadikan Kota Pematangsiantar sebagai kota wisata. Dan ditengah pembenahan destinasi Kawasan Danau Toba, kita tetap berkeyakinan Siantar daerah penopang, bukan daerah transif. Siantar dengan ragam keunikannya tepatnya juga sebagai daerah destinasi atau daerah tujuan wisata,” jelasnya

Dia menerangkan, BSA ini menjadi kebanggaan KotaSiantar ketika menjamu tamu-tamu dari luar daerah, baik itu pejabat tinggi. Bahkan sebelumnya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat datang ke Kota Pematangsiantar satu minggu lalu sempat dijadwalkan akan mengendenrai becak BSA.

“Walau tidak jadi karena keterbatasan waktu, tentu kita sangat bangga karena BSA ini dilirik Pak Presiden menjadi benda yang memiliki sejarah yang tinggi,” kata dokter muda itu.

Dia menambahkan, BSA merupakan kenderaan pertama bermesin yang digunakan di Kota Siantar. Bahkan hanya ada di kota inilah kenderaan umum yang menggunakan motor besar.

“Di negara asalnya sendiri yaitu Inggris, ini tidak ada lagi. Termasuk untuk kenderaan umum ini tidak ada. Becak ini merupakan alkulturasi budaya, dimana gandenganya adalah kearifan lokal Kota Siantar asli. Kemudian, BSA ini setara dengan kenderaan yang ada di Filipina, yaitu jeep. Jeep merupakan peninggalan Amerika di negara Filipina yang kemudan dimodifikasi menjadi angkutan umum. Seperti ini juga dengan BSA,” katanya. (pam/ms/jpg/nin)



loading...

Feeds

RSU Royal Prima Tambah Gedung Baru

Dipaparkannya, tercatat sedikitnya ada 59 rumah sakit umum dan 19 rumah sakit khusus, baik swasta maupun pemerintah yang telah berdiri …