Kisah Tragis Romsari Sitanggang, Dijanjikan Pekerjaan, Diperkosa dan Dibunuh di Malaysia

Proses memulangan jenazah korban dari Malaysia.
Foto : Facebook Moren Tino Harianja

Proses memulangan jenazah korban dari Malaysia. Foto : Facebook Moren Tino Harianja

POJOKSUMUT.com, LINI masa media sosial khususnya Facebook dibuat heboh lantaran terungkapnya kasus tewasnya perempuan bernama Romsari Sitanggang asal Sidikalang, Kabupaten Dairi, di Malaysia.

Tragisnya, dia ditemukan sudah membusuk dan belakangan diketahui dia ternyata korban perkosaan dan pembunuhan seorang pria warga negara Indonesia. Padahal, niatnya datang ke Malaysia ingin mencari pekerjaan.

Kisah gadis yang disebutkan seorang yatim piatu tidak sampai di situ saja. Proses pemulangan jenazahnya pun sempat terbengkalai lantaran terkendala biaya selama dua bulan. Apalagi, korban ternyata masuk dengan jalur ilegal ke negeri jiran.

Beruntung, dia memiliki teman yang sedia membantu menyebarkan kasus ini di Facebook hingga berhasil mengumpulkan dana untuk pemulangan jenazahnya ke Sidikkalang, Km 11, Jalan Tiga Lingga, Barisan Tigor, Desa Silumboyah, Kecamatan Si Empat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Tercata ada tiga akun Facebook yang getol membagikan kisah Romsari ini, yaitu Dedy France Sitanggang, Moren Tino Harianja dan Janry Zeavay Silaban.

Korban

Dari ketiga akun ini juga diketahui jenazah sudah dimakamkan Rabu (6/12/2017) sore di kampung halaman korban. Moren Tino juga live via Facebook proses memakaman korban.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1562900463777558&id=100001728573247

Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu doa dan dana sehingga bisa memulangkan jenazah korban.

“Terima kasih juga kepada semua kusuh nya kepada semua yg mendoakan dan yang telah memberi dengan iklas bantuan anda semua kepada keluarga Alm ROMSARI SITANGGANG Dalam pembiayaan yg terkendala untuk pemulangan jenazah ke tanah kelahiran dimana Alm ROMSARI SITANGGANG telah menghembus kan nafas terakhir di negara tetangga di MALAYSIA, berbagai proses yg telah dilalui dan semua itu atas izin Tuhan. Kejadian ini tidak ada sangkut paut dgn Negara tempat dimana Alm ROMSARI SITANGGANG meninggal atau penganiayaan dari majikan, karna Alm ROMSARI SITANGGANG telah di dinodai oleh seorang warga INDONESIA yg juga Berapa di Malaysia dan tindakan pihak2 yg berwajib telah menangani masalah ini dengan sebaik2 nya terima kasih kepada #pdrm (Police Diraja Malaysia) Daerah Gombak Bukit idaman,Selangor Malaysia (Tuan MOHD IZHAN BIN ISMAIL,ASP) yg telah berjaya menyiasat dan menangkap si pelaku, serta sangat membantu kami dalam proses penanganan dan pemulangan Jenazah, kami dan pihak keluaraga menyerah kan pengurusan TERSANGKA sesuai dengan hukum dan keadilan Undang Undang Malaysia,” tulis Moren.

Moren juga melanjutkan bahwa pembunuh bejat bukan pacar korban.

Dia juga menyertakan penjelasan kronologis kejadian.

“Alm ROMSARI SITANGGANG menginkan kerja, kemudia si pelaku menjanjikan boleh memberi pekerjaan, Menyuruh Alm dtg ke tempat pelaku, nyata nya kerja tidak ada dan Alm meminta untuk keluar dari tempat sipelaku dan si pelaku tdk mengijin kan, terjadi lah pemerkosaan hingga membunuh Alm. Kejadian ini terjadi pada 13/10/2017. Dan di ketahui pihak yg berwajib (Police) (menemukan jenazah) pada tanggal 15/10/2017,” ungkapnya.

“Ada pun Jenazah dapat dihantar kembali setelah 55hari dari tanggal kematian semua itu dikarenakan identity Alm sebelum nya tidak ada. Atas Izin TUHAN maka dapat di proses kembali pada tanggal 23/11/2017 setelah pihak kami dan abg kepada Alm ROMSARI SITANGGANG tepat hari kamis dan dari hari ini juga lah bermula proses pemulangan mencari identity dan menunggu Dana pemulangan dengan menunggu bantuan daripada saudara saudari yg telah iklas menolong memberi sejumlah uang yg sangat membantu, baik semua yg ada di INDONESIA dan MALAYSIA hanya TUHAN lah yg mampu membalas semua kebaikan anda,” bebernya.

“Pada hari ini kami telah selesai melakukan apa yg patut kami lakukan proses untuk membawak jenazah Alm ROMSARI SITANGGANG dan Esok (hari ini) pada tanggal 6/12/2017 saya akan membawa kembali jenazah ke tanah kelahiran dan akan tiba di INDONESIA pada pukul 8.30 pagi di Bandara Kuala Namo Medan Sumatra Indonesian. Semoga segala urusan Alm dunia dan akhirat dipermudahkan. Amin,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

RSU Royal Prima Tambah Gedung Baru

Dipaparkannya, tercatat sedikitnya ada 59 rumah sakit umum dan 19 rumah sakit khusus, baik swasta maupun pemerintah yang telah berdiri …