Tata Ulang Sistem Penilaian, Unimed Sinergikan Kampus dengan Dunia Usaha

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom dalam acara focus group discussion (FGD), Kamis (7/12/2017).

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom dalam acara focus group discussion (FGD), Kamis (7/12/2017).

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Universitas Negeri Medan (Unimed) sedang menata ulang sistem penilaian di perkuliahan. Pasalnya, penilaian yang digunakan dalam perkuliahan untuk menakar standar kompetensi mahasiswa dinilai perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Rektor Unimed Prof Syawal Gultom mengatakan, sistem penilaian yang sedang ditata ulang disinergikan antara kampus dengan dunia usaha industri. Selain itu, dengan stakeholders serta masyarakat luas.

“Penilaian harus berdasarkan produk. Penilaian ini bukanlah seperti penilaian yang biasa, tapi berbasis produk. Jadi nanti tidak ada mahasiswa Unimed yang tidak punya karya,” kata Syawal dalam acara focus group discussion (FGD) bertajuk ‘Rekonstruksi Penilaian Sesuai KKNI’ di kampus tersebut, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, sistem penilaian juga harus mampu mengukur cara berfikir mahasiswa. Tak hanya itu, dapat memberikan implikasi terhadap skripsi, tesis, disertasi, pengabdian kepada masyarakat dan publikasi dosen atau mahasiswa. Pada akhirnya, sistem penilaian tersebut harus mampu mengukur standar kompetensi yang dibutuhkan masyarakat luas.

“Mata kuliah itu bukan nomenklatur kurikulum, tapi orientasinya adalah masa depan mahasiswa. Dosen mata kuliah itu harus tahu setelah mahasiswa ini lulus mau jadi apa. Makanya, harus ada daftar pekerjaan yang bisa dilakukan lulusan,” ujar Syawal.

Dia melanjutkan, oleh karenanya kepada dosen-dosen Unimed harus memikirkan hal itu. “Dengan mata kuliah yang diajarkan, kira-kira keterampilan seperti apa yang diberikan untuk mendukung kompetensi lulusan, berdasarkan pekerjaan yang bisa dilakukan,” tambahnya.

Syawal menyebutkan, pekerjaan masa depan juga akan mengalami transformasi. Oleh sebab itu, dosen harus mampu menyesuaikan kompetensi mahasiswa dengan perubahan tersebut.

“Dosen harus menjelaskan tren pengetahuan saat ini seperti apa. Kemudian, penelitian seperti apa yang pernah dilakukannya mengenai topik tersebut, serta tren masa depan. Bila kita lihat era sekarang, dunia industri dan bisnis sudah berbasis online. Tentunya, orientasi perkuliahan sebagian diarahkan ke sana. Sebab, kalau tidak lulusan Unimed akan sulit bersaing nantinya,” tandasnya.

Sementara, salah seorang dosen Unimed,  Wisman Hadi mengaku sangat setuju dengan apa yang disampaikan rektor. Kata Wisman, jika perkuliahan suatu kampus tidak segera disesuaikan dengan dunia usaha dan industri serta perkembangan zaman, maka lulusan Unimed nantinya akan sulit bersaing dalam dunia kerja.

“Kalau hanya mengejar jadi PNS dan bekerja apa adanya, tentu tidak mampu bersaing pada pekerjaan yang lebih mensejahterakan. Atau mampu membuka usaha baru mandiri. Sebagai kampus unggul terakreditasi A, diyakini Unimed pasti bisa menghantarkan semua lulusan seperti itu,” ujar Wisman. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

RSU Royal Prima Tambah Gedung Baru

Dipaparkannya, tercatat sedikitnya ada 59 rumah sakit umum dan 19 rumah sakit khusus, baik swasta maupun pemerintah yang telah berdiri …