Lolos Kejaran Massa, Penjambret Ini Tetap Meringkuk di Sel

Tersangka yang berhasil ditangkap Polsek Percut Seituan.

Tersangka yang berhasil ditangkap Polsek Percut Seituan.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Muhammad Reza Aulia Lubis alias Dona (25) lega bisa lolos dari kejaran massa, namun urusan penjara dia tak bisa mengelak.

Pasalnya, warga Jalan Willem Iskandar Lorong Pertama, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Percut Seituan, Kota Medan ini berhasil ditangkap polisi. Tak pelak, pelaku pun dijebloskan ke dalam sel tahanan Polsek Percut Seituan sementara untuk proses hukum lebih lanjut.

Sedangkan rekan Dona yang masuk daftar pencarian orang (DPO), kini masih dalam pengejaran polisi.

Informasi dihimpun Minggu (10/12), aksi perampokan yang terjadi di Jalan Willem Iskandar itu bermula saat korban bernama Lernawati Turnip (49) warga Jalan Setia Budi, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung melintas naik sepeda motor berboncengan dengan rekannya HM Sinabariba dengan tujuan untuk berbelanja.

Namun, tiba-tiba dua pelaku yang juga mengendarai motor BK 6775 ABG mendekati laju motor korban.

Dona yang berperan sebagai eksekutor merampas tas korban. Korban pun mempertahankan tasnya hingga terjadi saling tarik menarik.

Lantaran kalah tenaga, korban pun terjatuh dan tak mampu mempertahankan tasnya.

Akan tetapi, Lernawati mengejar sambil berteriak rampok. Sial bagi pelaku, ternyata sepeda motor mereka terjatuh karena panik.

Dona pun berhasil ditangkap warga, sedangkan rekannya kabur. Akan tetapi, entah kenapa suasana mendadak ricuh dan gaduh. Suasana itu dimanfaatkan Dona untuk kabur menyusul rekannya. Lantas, korban kemudian membuat pengaduan di Polsek Percut Seituan.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Pardamean H melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Purba menyebutkan, tersangka Dona sempat kabur karena diprovokasi oleh warga saat di lokasi.

“Tersangka Dona sempat kabur. Lalu dari laporan korban kita lakukan penyelidikan. Tersangka Dona kita ringkus di kawasan Jalan Letda Sujono beserta sepeda motornya yang digunakan untuk merampok,” ujar Philip.

Ia menambahkan, pihaknya masih mendalami lagi kasus ini dan memburu rekan Dona yang lolos.

“Dona kita jerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,” tandas Philip. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds