Guru Harus Mampu Berkreasi, Tingkatkan Semangat Belajar dan Pemahaman Siswa

Uswatun Hasanah

Uswatun Hasanah

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Profesi guru adalah suatu pekerjaan yang dituntut memiliki suatu keterampilan dan kreativitas. Misalnya, dalam menyampaikan suatu materi guru harus mempunyai suatu model pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

 

Hal ini bertujuan agar meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti mata pelajaran, sehingga tidak bosan terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, kreativitas juga akan membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan.

 

“Kreativitas guru sangat berperan penting dalam proses belajar siswa. Selain memicu semangat belajar, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam mengikuti pelajaran,” ungkap salah seorang guru SMK Panca Budi 2 Medan, Uswatun Hasanah Senin (11/12/2017).

 

Menurut guru mata pelajaran matematika ini, kreativitas dalam mengajar dapat membiasakan otak untuk belajar sambil bermain. Dengan begitu, otak bekerja lebih kompleks antara otak kanan dan otak kiri.

 

“Guru harus mampu menghilangkan rasa takut siswa terhadap pelajaran, misalnya matematika. Oleh sebab itu, guru dapat menanamkan kepada siswa bahwa paradigma matematika itu bukan hanya menghitung angka, mengukur dan mencari hasil yang berujung membosankan dan melahirkan kemalasan dalam belajar,” cetusnya.

 

Dia menuturkan, ada banyak sekali kreativitas yang bisa dibuat sesuai materi pelajaran. Artinya, kreatif dalam memilih media apa yang akan digunakan untuk mendukung bahan ajar atau materi yang disampaikan. Namun, media dan model pembelajaran yang akan dipilih guru tentunya menyesuaikan materi serta karakteristik siswa.

 

“Guru dapat menghilangkan paradigma bahwa matematika itu bukan hanya menghitung angka, mengukur diagonal dan mencari hasil yang sangat melelahkan. Bahkan, berujung membosankan dan melahirkan kemalasan dalam belajar matematika,” sebutnya.

 

Perlu diketahui, kata Uswatun, untuk menjadi kreatif tidak harus mahal. Tetapi, harus bisa berpikir kreatif dan selektif untuk memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang-barang yang baru dan lebih kelihatan menarik.

 

Contohnya saja, pada siswa SMK Panca Budi 2 Kelas X Panca Budi kreativitasnya dalam pembuatan Utang Siswa (Ular Tangga Dimensi Dua) dan untuk kelas XI mereka membuat LuGotri (Ludo Trigonometri).

 

“Saya sengaja mengajak mereka untuk menanamkan kreativitas apa saja yang berkaitan dengan materi belajar, sehingga mereka dapat menciptakan suasana belajar yang lebih mendukung dan tingkat pemahaman serta untuk berkompetisi antar kelompok,” tuturnya.

 

Lebih lanjut dia mengatakan, seperti yang diketahui anak-anak zaman sekarang sudah dipengaruhi oleh globalisasi khususnya dalam bidang kemajuan teknologi. Oleh karenanya, kebanyakan dari mereka menganggap bahwa permainan ludo adalah permainan untuk anak kecil. Sehingga, ada kecenderungan mereka tidak suka memainkan alat peraga ini. Tapi, dengan adanya alat peraga ini, siswa dapat terbiasa mengingat atau menghafal rumus trigonometri sudut istimewa.

 

“Cara memainkan kedua permainan ini syaratnya harus mampu memahami rumus dari bangun dimensi dua dan memahami besar sudut-sudut istimewa pada trigonometri,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds