Musda XVI HIMPI BPD Sumut Resmi Dibuka, Ini Pesan Gubsu

Gubernur Sumut, Erry Nuradi memukul gong tanda dibukanya Musda HIPMI, Minggu (10/12/2017) di Rumah Dins Gubernur.
Foto : nin/pojoksumut

Gubernur Sumut, Erry Nuradi memukul gong tanda dibukanya Musda HIPMI, Minggu (10/12/2017) di Rumah Dins Gubernur. Foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Gubernur Sumatera Utara, H Tengku Erry Nuradi secara resmi membuka Muswawarah Daerah (Musda) XVI Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) Sumatera Utara, Minggu (10/12/2017) malam di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara.

Erry menjelaskan peran pengusaha dalam pembangunan sangat besar. Dia mengurai Indonesia baru saja membuka diri kepada pengusaha pada era reformasi pada tahun 1998.

“Mungkin sebelum itu jangan bermimpi punya pemimpin dari pengusaha. Kepercayaan publik kepada pengusaha sangat besar. Namun regulasi yang belum mendukunng itu. Tapi, sekarang Presiden, Gubenur ada yang dari kalangan pengusaha. Sekarang pengusaha bukan lagi warga kelas dua,” ujarnya.

Dia mengatakan dari sekira Rp220 Triliun APBN, sebanyak Rp160 Triliun APBN itu dari pengusaha.

“Makanya HIMPI berdiri dengan cita-cita membangun negara ini dari sektor usaha. Sebab pengusaha tidak berpikir untuk hari ini saja, tapi bagaimana dengan masa depan. Kepada HIPMI, kami   akan terus mendorong HIPMI agar tetap bekerja sama dengan pemerintah Sumut. Kami mengucapkan selamat melaksanakan Musda,” ungkap Erry yang juga pernah jadi pengurus HIPMI.

Pembukaan Musda ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Erry Nuradi. Musda HIPMI digelar untuk memilih Ketua Umum (Ketum) BPD Sumut yang baru. Dimana, Ketum 2014-2017 diamanatkan kepada Akbar Himawan Buchari dan telah habis periodenya. Musda sendiri dilanjutkan dengan pemilihan Ketum yang baru, Senin (11/12/2017) di Hotel Arya Duta, Medan.

Akbar sendiri menyampaikan kata sambutannya dengan haru. Dia mengucapkan terima kasih kepada kader, serta kawan-kawan HIPMI yang dengan loyalitas, militansi tinggi mampu melaksanakan kegiatan organisasi di Sumut selama kepengurusannya. Termasuk, untuk Pemerintah Sumut yang selalu memberikan dukungan kepada HIPMI dan para stake holder.

“Kami harap akan lahir kepengurusan yang baru, yang tangguh, yang bisa menjalankan roda organisasi HIPMI ke depan lebih baik dan cemerlang. Dikarenakan pendukung DPC yang hadir ada 20 (DPC) solid mendukung kepengurusan ke depan. Dengan dukungan dari daerah ke depan bisa memberikan motivasi, ide, gagasan, Kepada Ketua Umum yang terpilih nanti bisa lebih baik lagi dari kepengurusan saat ini,” ungkapnya.

Musda ini terasa lengkap dan istimewa dengan kehadiran Ketua Umum HIPMI Pusat, Bahlil Lahdalia. Dia mengakui kontribusi Akbar sebagai Ketum BPD Sumut sangat luar biasa.

“Saya memahami Ketum Akbar (Buchari) yang sedikit mellow dalam kata sambutannya. Karena Ketum yang melepaskan jabatannya dengan suka cita tanda dia tidak bekerja apa-apa. Kalau sudah berbuat pasti hatinya sedih (melepaskan jabatan). Ketum Akbar, tugas ke depan akan semakin besar itulah seni berorganisasi,” ungkapnya di hadapan pengurus.

Pemberian Cenderamata HIPMI kepada Gubsu dari Akbar Buchari.
Foto : nin/pojoksumut

Bahlil juga mengungkapkan HIMPI hadir hanya dengan dua tujuannya, yaitu bagaimana menjadikan anak muda menjadi leadership enterprenuer dan politik intelektual. Di Sumut sendiri, lanjutnya banyak tokoh yang lahir dari HIPMI.

Mantan Ketua Umum BPD Papua ini membeberkan selama menjadi ketua HIMPI tiga tahun telah intervensi kebijakan di Tanah Air yang dibangun dari proses HIPMI.

Dia mengungkapkan, 1998 saat Indonesia mengalami ke krisis ekonomi dengan defisit ekonomi 13 persen dengan cabangan devisi 17 ribu USD, kondisinya konglomerat pada melarikan diri.

Pengurus HIMPI berfoto bersama Gubsu, Ketua Umum HIPMI Pusat, Bahlil Lahdalia (samping Gubsu kiri).
Foto : nin/pojoksumut

Pada 2016, ekonomi Indonesia surplus 4 persen, bunga UMKM 22 persen. “Saya katakan kepada Presiden Jokowi, Pak, ini enggak adil, saat negara bangkut konglomerat lari, saat ekonomi naik, konglomerat pinjam dengan bunga 12 persen. Kami HIPMI intervensi lewat memudahkan bunga kredit UMKM menjadi 12 persen dan sekarang 7 persen,” tuturnya.

Selanjutnya, mengintervensi kebijakan pemerintah dengan memudahkan para pengusaha muda seperti mahasiswa untuk meminjam modal usaha ke bank. Bahkan, saat ini, HIPMI sejak berusaha agar UU kewirawausahaan disahkan. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds