Pelaku Usaha Travel Harus Berkreasi dan Berinovasi

Kualanamu International Airport

Kualanamu International Airport

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asociation of The Indonesian Tours and Travel Agency (Asita) Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar Medan Familiarization Trip (FAM Trip) 2017 baru-baru ini.Digelarnya kegiatan tersebut dalam rangka mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Kota Medan.

Ketua DPD Asita Sumut Solahuddin Nasution mengatakan, Medan FAM Trip 2017 diikuti seratusan peserta hampir dari seluruh agen travel se-Indonesia dan Asia Tenggara (ASEAN). Para wisatawan mengunjungi tempat wisata di Medan selama 4 hari 3 malam.

“Tujuan dari Medan FAM Trip adalah memperkenalkan dan mengeksplor keragaman yang ada di Kota Medan kepada agen travel di seluruh Indonesia. Bahkan, agen travel dari negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Kamboja turut didatangkan. Harapannya, dapat menjual potensi paket wisata,” ujar Solahuddin disela-sela acara pembukaan sekaligus jamuan makan malam, yang digelar di Hotel Grand Mercure, Medan, Senin (11/12/2017).

Menurutnya, selama ini paket-paket wisata yang dijual selalu berkaitan dengan heritage, kuliner dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) yang ada di Medan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini diperkenalkan wisata baru di Medan yang terletak pada bagian utara persisnya daerah Belawan.

“Wisata di Medan Utara kita kenal sebagai Eco Tourism atau Mangrove Tour. Perjalanan wisata diawali dari Belawan dengan menaiki perahu dan menyusuri pinggir laut, hingga penangkaran/keramba ikan. Terdapat juga habitat burung. Selanjutnya, ke perkampungan nelayan dan mengelilingi hutan mangrove. Ada pula kapal pembangkit listrik yang didatangkan dari Turki yang juga menjadi daya tarik. Semua ini menjadi destinasi baru yang dikemas dalam paket wisata Medan, untuk memperkaya objek-objek wisata yang ada di dalam kota selama ini,” ungkap Solahuddin.

Dia menyebutkan, dari survei yang dilakukan bahwa destinasi baru di Medan Utara tersebut sangat potensial. Untuk itu, diharapkan kepada Pemerintah Kota Medan dapat bekerja sama dengan baik terutama dari Dinas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang. Sebab, ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi.

Diutarakan Solahuddin, berpindahnya bandar udara (bandara) dari Polonia-Medan ke Kualanamu-Deliserdang menjadi tantangan tersendiri bagi agen travel khususnya di Medan. Sebab, secara tidak langsung perpindahan tersebut membawa dampak bagi pelaku usaha travel terkait kunjungan wisatawan.

“Kami menyadari Medan harus berbenah, hal ini seiring berpindahnya bandara dari Polonia ke Kualanamu-Deli Serdang. Selain itu, ditambah lagi beroperasinya Bandara Silangit yang mempermudah wisatawan untuk akses ke Danau Toba. Tentunya, ini membuat anggota Asita Sumut harus lebih kreatif lagi dan berinovasi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Medan,” sebutnya.

Ia menambahkan, apabila tidak menggali potensi wisata yang ada di Medan atau memunculkan hal-hal baru tentunya akan kalah bersaing. Namun demikian, semua ini harus didukung oleh pemerintah daerah melalui dinas pariwisata.

“Kita tidak boleh menunggu kesiapan infrastruktur. Sebab, kalau demikian tentunya jelas akan tertinggal. Makanya, sembari menunggu pembangunan infrastruktur kita harus terus berjalan. Diharapkan, sepulangnya dari Medan FAM Trip ini kunjungan wisatawan ke Medan semakin meningkat,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds