Saatnya Perempuan Menjadi Agent Of Development

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Peran perempuan dalam perkembangan perekonomian, khususnya peningkatan ekonomi keluarga sangatlah penting. Namun, edukasi tentang bagaimana mendapatkan penghasilan lebih masih kurang didapatkan kaum perempuan, terutama yang berada di daerah.

“Untuk itulah, kita selaku pemerintah Provinsi Sumut menggelar pelatihan tentang peningkatan pendapatan keluarga bagi perempuan pelaku ekonomi keluarga. Kita harapkan dengan adanya pelatihan ini, perempuan benar-benar menjadi agent of development,” kata Gubernur Sumatera Utara (Sumut), T Erry Nuradi yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nurlela saat membuka pelatih di Hotel Four Point, Medan, Rabu (13/12/2017).

Nurlela menjelaskan agent of development adalah perempuan memiliki aset dan potensi yang besar untuk mengurangi angka kemiskinan, mewujudkan pembangunan, perdamaian dan keamanan.

“Jika perempuan diberdayakan, maka akan sangat efektif bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Namun, untuk mengatasi masalah ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Tapi semua pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga-lembaga terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi merupakan salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan. Sayangnya, saat ini pekerjaan perempuan dalam sektor informal dianggap tidak bernilai ekonomi atau bernilai ekonomi sangat rendah.
“Ekonomi mustahil berkembang tanpa melibatkan perempuan sebagai agen atau bagian dalam perhitungan ekonomi. Hal ini menunjukkań bahwa ekonomi tidak bisa berkembang tanpa perempuan dan ekonomi perempuan sangat berperan dalam menumbuhkan ekonomi keluarga,” tuturnya.
Dalam upaya pengentasan kemiskinan lanjut Nurlela, pemerintah melalui kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak telah melakukan langkah sinergitas kordinasi dan jejaring kerjasama dengan lembaga terkait seperti, program terpadu P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera) yang memberikan perhatian khusus kepada kelompok keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Kordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Sumut, Kemalawati, diakuinya saat ini kita sudah terkalahkan dengan digital. Jadi, yang perlu dilakukan adalah bagaimana caranya pelaku UKM kecil bisa memanfaatkan digital melalui penjualan online.

Pelatihan menghadirkan narasumber Syahril Efendi dari Fakultas Ilmu Komputer dan Tekhnologi Informasi Unversitas Sumatera Utara (USU). “Saat ini, yang perlu diubah adalah pemikiran kita yang awalnya membiasakan yang benar menjadi membenarkan yang biasa dilakukan. Persaingan dunia usaha saat ini semakin tajam. Sudah saatnya kita berubah, tidak hanya melakukan pemasaran dari tatap muka saja, tapi juga sudah memikirkan penjualan melalui digital,” beber Syahril. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds