Keji! Pemerintah Myanmar Tangkap Dua Jurnalis Reuters

jurnalis
foto : pixabay

jurnalis foto : pixabay

POJOKSUMUT.com, SELAMA ini, tak banyak data kekejaman militer Myanmar terhadap warga etnis Rohingya yang bisa diungkap ke publik, karena Pemerintah Myanmar memilih menutup diri. Mereka menolak semua tudingan kekerasan yang dilakukan militer, termasuk pemusnahan etnis Rohingya.

Myanmar juga menolak memberikan akses kepada para jurnalis maupun penyelidik PBB untuk melihat lokasi yang paling terdampak konflik. Salah satunya adalah Distrik Maungdaw, Rakhine.

Myanmar berusaha membungkam semua pihak agar berita kekejian di Rakhine tidak meluas. Dua jurnalis kantor berita Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, menjadi korban kekejian Pemerintah Myanmar. Mereka hilang sejak Selasa malam (12/12/2017).

Baru pada keesokan harinya, Kementerian Informasi Myanmar merilis pernyataan bahwa mereka serta dua polisi ditangkap atas tudingan mengumpulkan informasi secara ilegal dengan tujuan untuk disebarkan ke media asing. Mereka juga menunjukkan Wa Lone dan Kyaw Soe Oo dengan tangan diborgol.

Kedua jurnalis akan didakwa melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Pejabat. Jika terbukti bersalah, mereka akan dipenjara maksimal 14 tahun. Penahanan dua jurnalis itu langsung memicu kecaman dari berbagai pihak.

Sekjen PBB Antonio Guterres meminta semua pihak berusaha membebaskan dua jurnalis tersebut. Menurutnya, kasus tersebut menunjukkan kian menyusutnya kebebasan pers di Myanmar. Sangat mungkin penangkapan itu terkait dengan pelanggaran HAM pada penduduk Rohingya karena mereka memang bertugas menulis konflik di Rakhine.

“Kami marah atas serangan terhadap kebebasan pers ini. Kami meminta otoritas Myanmar untuk membebaskan mereka,” ujar Presiden Reuters Stephen J. Adler. Pihak Reuters juga belum bisa menghubungi mereka.

Pernyataan senada dikeluarkan kantor Kedutaan Besar Inggris di Yangon. Mereka menegaskan agar para jurnalis diizinkan bekerja dengan bebas tanpa intimidasi. Mereka meminta penjelasan atas alasan penahanan tersebut. Juga, meminta dua jurnalis itu diberi akses ke orang-orang terdekatnya.
(sha/c10/any/ce1)



loading...

Feeds