Bikin Heboh! Akun Gay Mengatasnamakan Universitas Sriwijaya di Facebook

POJOKSUMUT.com, REKTORAT UNIVERSITAS Sriwijaya (Unsri) dibuat berang, lantaran beredarnya akun “Gay UNSRI indralaya-bukit” di Facebook (FB). Ini mencuat di tengah menghangatnya pembahasan isu soal LGBT (lesbi, gay, biseksual, transgender) saat ini.

Hasil penelusuran Sumatra Ekspress (Jawa Pos Group), ada 945 anggota yang tergabung di akun tersebut. Obrolan di akun itu aktif sekitar 4 tahun silam. Pemilik akun berinisial AD.
Dari profil pribadinya, si pemilik akun menuliskan pernah bersekolah di SMAN 1 Muntok. Lalu melanjutkan ke Unsri dan kini bertempat tinggal di Inderalaya. Aktivitas terakhir di akun FB itu tercatat 1 Januari 2017, pukul 15.00 WIB.

Akun “Gay UNSRI indralaya-bukit” ini merupakan grup pertemanan tertutup. Kemarin tercatat ada 19 kiriman terbaru. Dalam sebulan terakhir total ada 112 kiriman percakapan. Jumlah grup ini bertambah 76 anggota dalam waktu sebulan terakhir.

Adanya akun FB tersebut telah membuat Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE meradang. Dia yakin akun tersebut palsu. Dibuat untuk mencari sensasi sekaligus ingin menjelek-jelekkan nama besar Unsri.

“Saat ini secara internal kami juga tengah mencari siapa yang membuat akun FB itu,” tegasnya. Hasil penelusuran sementara, tidak ada mahasiswa atau warga Unsri yang masuk menjadi anggota akun tersebut.

Ditambahkankan Anis, akun yang berusaha menjelekkan citra Unsri itu bisa dibuat siapa saja. Karena, syarat untuk mendaftarkan akun FB hanya cukup menyertakan alamat e-mail yang bisa dibuat kapan pun, di mana pun dan oleh siapapun.

“Akun FB itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan Unsri,” tandasnya. Selama ini dia tidak pernah mendengar ada komunitas yang semacam itu di Kampus Unsri, baik Inderalaya, Ogan Ilir maupun Bukit, Palembang.

Menurut Anis, pihaknya memberlakukan aturan yang superketat, terlebih kalau itu berkaitan dengan moral. “Jika terbukti ada mahasiswa, dosen ataupun karyawan Unsri yang terkait dengan akun FB itu, kita berhentikan,” cetusnya.

Selama ini, di lingkup internal kampus Unsri, kegiatan organisasi mahasiswa (ormawa) berjalan dengan sangat baik. Ketika ada hal-hal semacam ini. Terlebih dikaitkan dengan isu terkini seperti polemik LGBT, biasanya bakal langsung difilterisasi oleh mahasiswa itu sendiri.

Saat ini, jumlah mahasiswa Unsri ada 36 ribu orang, 1.200 dosen dan 1.100 karyawan. “Apabila benar terbukti ada yang berlaku di luar aturan yang kita tetapkan tidak ada ampun. Bakal langsung kita ambil tindakan tegas,” ujar Anis.

Termasuk jika memang pemilik akun itu masih mahasiswa Unsri, maka akan dibawa ke ranah pidana karena telah mencoreng nama baik Unsri yang saat ini tengah berupaya untuk menjadi perguruan tinggi terdepan.

Terakhir, Anis berharap kepada masyarakat yang sekiranya mengetahui pembuat atau pengelola akun itu untuk menginformasikannya kepada pihak Unsri. (kms/ce1/jpg/nin)



loading...

Feeds