Tipu Puluhan Orang, Toke Emas di Asahan Diciduk di Komplek Perumahan Elite Depok

Para tersangka digelandang ke kantor polisi

Para tersangka digelandang ke kantor polisi

POJOKSUMUT.com, ASAHAN-Toke atau pemilik toko emas di Jalan Diponegoro-Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diciduk petugas Polres Asahan, kemarin.

Toke toko emas yang merupakan pasangan suami istri (pasutri), Erwinsyah Siregar (47) dan Farha (47), ditangkap dari tempat persembunyiannya di salah satu perumahan elite Kota Depok, Jawa Barat.

Diciduknya pasutri yang sempat buron ini melakukan serangkaian penipuan dan penggelapan terhadap puluhan orang.

“Keduanya ditangkap berdasarkan adanya laporan masyarakat yang telah masuk terkait kasus penipuan dan penggelapan, salah satunya,” ujar Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga, Jumat (22/12/2017).

Dia menyebutkan, dari laporan korban yang jumlahnya mencapai puluhan orang, pihaknya melakukan penyelidikan lebih jauh. Setelah mendapatkan informasi keberadaan tersangka di tempat persembunyiannya, kemudian dilakukan pengejaran hingga akhirnya dibekuk.

“Modus operandi yang dilakukan oleh kedua tersangka tersebut untuk memperdaya korbannya, dengan cara menerima pesanan pembuatan barang perhiasan berupa emas. Dalam pemesanan tersebut korban memberikan uang panjar yang nilainya tidak sedikit,” beber Kobul.

Setelah menerima uang panjar yang diberikan oleh para korbannya, sambung dia, keduanya menjanjikan waktu selesainya pembuatan emas pesanan. Namun, ketika waktunya tiba tersangka tak dapat memenuhi janjinya dan malah menghilang alias melarikan diri. Usaha toko emas pelaku tutup.

“Dari hasil penyelidikan dan laporan korban terhadap pelaku Di Polres Asahan, terdapat barang bukti tanda terima penerimaan uang berupa kwitansi yang tercatat sebanyak 23 lembar. Artinya, yang sudah membuat pengaduan sebanyak 23 orang dengan nilai total uang yang digelapkan sebesar Rp261 juta,” sebut Kobul.

Diutarakan dia, tidak menutup kemungkinan akan ada lagi warga masyarakat yang akan membuat pengaduan terkait perkara ini.

“Tersangka dapat dijerat pasal 378 dan pasal 372 KUHPidana, dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds