1000 Ekstasi dan 2 Kg Sabu Gagal Beredar di Medan, Diduga untuk Pesta Malam Tahun Baru

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto  memperlihatkan barang bukti dan para tersangka, Sabtu (23/12/2017).
Foto : fir/pojoksumut

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto memperlihatkan barang bukti dan para tersangka, Sabtu (23/12/2017). Foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran narkoba, dengan barang bukti 1000 butir pil ekstasi dan 2 kg sabu. Disebut-sebut, barang haram tersebut hendak dikonsumsi pada malam tahun baru 2018.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menjelaskan, pengungkapan berawal dari penyelidikan yang dilakukan Kasat Narkoba, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo selama sepekan. Dari penyelidikan, diketahui satu rumah yang berada di Jalan Sekata, Gang Flamboyan, Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat dijadikan temapt penyimpanan narkoba.

“Personel lebih dulu menangkap pengedar sabu berinisial RH (24) di kediamannya. Dari tangan RH, disita dua kilogram sabu,” ujar Dadang, Sabtu (23/12/2017) sore.

Dia menyebutkan, dari keterangan RH, sabu itu didapatnya dari pria berinisial KE. Namun, RH tidak tahu di mana KE tinggal. Tiap kali melakukan transaksi, mereka kerap bertemu di luar, dan berpindah-pindah tempat.

“Menyangkut sabu-sabu ini, kami masih mendalaminya. Anggota masih berupaya mencari bandar besarnya,” ungkap Dadang. Setelah mengungkap peredaran sabu, Raphael bersama Wakasat, Kompol Daniel Marunduri kembali mengungkap jaringan pengedar ekstasi.

Terkait kasus ini, ada dua tersangka yang diamankan. Mereka adalah SR alias S (32) warga Jalan Kapten Pattimura, Lorong Baru No247, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru dan HM (34) warga Jalan Kejaksaan No27, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

“Keduanya kami amankan saat berada di dapur rumah tersangka HM. Ketika itu, keduanya tengah memaketkan narkoba untuk disebar ke beberapa pengedar,” kata Dadang.

Dari pengakuan keduanya, momen tahun baru sangat-sangat ditunggu-tunggu kedua pemain ekstasi ini. Sebab, kata Dadang, permintaan narkoba saat pergantian tahun sangat tinggi.

“Berdasarkan penyelidikan sementara, pengendalinya dari lapas. Nanti saya akan berkordinasi dengan pihak lapas untuk mencari narapidana yang mengontrol jaringan ini,” katanya.

Ia menambahkan, tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) junto 132 UU RI nomor 35 tahun 2009, dengan hukuman penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp1 miliar. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds