Ceramah Ustadz Abdul Somad Dibatalkan di Komplek PLN, Ini Penjelasan Panitia

Ustadz Abdul Somad
foto : Youtube

Ustadz Abdul Somad foto : Youtube

POJOKSUMUT.com, RIAU-Kabar kembali datang dari seputar agenda ceramah Ustadz Abdul Somad. Setelah kunjungannya ke Hong Kong ditolak petugas Imigrasi setempat pada Minggu (24/12/2017) lalu, jadwal ceramah di Masjid Nurul Falah komplek PLN Disjaya Gambir Jakarta Pusat dibatalkan tanpa ada keterangan yang jelas.

Menurut kuasa hukum Ustadz yang beken dengan inisial UAS itu, Kapitra Ampera, agenda dakwah bertajuk “Membangun Ukhuwwah untuk Kemajuan Umat dan Bangsa” yang sedianya dimulai pukul 13.30 WIB, mau dipindahkan sepihak sebelum akhirnya dibatalkan.

“Mendadak saja mau dipindahkan. Bukan dibatalkan, dipindahkan. Saya sudah ketemu sama panitia. Namanya Yusron. Kemarin (Rabu-red) saya juga ke sana mengecek, tidak ada masalah,” ucap Kapitra dikonfirmasi Riau Pos (Jawa Pos Group), sesaat setelah pembatalan agenda UAS.

Saat mengecek persiapan panitia pada Rabu (27/12/2017), Kapitra melihat semua sudah dipersiapkan dengan baik. Tenda pun telah terpasang. Sejumlah tempat untuk tamu VIP juga sudah oke. Sehingga tidak ada persoalan lagi sebenarnya.

“Tahu-tahu pagi tadi (kemarin, red) dipindah tempatnya. Infonya dilarang salah seorang pejabat tinggi,” ungkap Kapitra.

M Ismet Suryanegara selaku ketua panitia tablig akbar tersebut menyampaikan alasan utamanya adalah masalah lokasi yang tidak mampu menampung banyaknya jamaah yang akan hadir.

“Ada kekhawatiran di masjid ini tidak cukup karena kapasitasnya terbatas,” ucap Ismet dikonfirmasi Riau Pos, kemarin.

Menurut dia, informasi kedatangan UAS di Masjid PLN Disjaya sudah viral di media sosial sejak dua bulan lalu. Termasuk diinformasikan oleh jamaah Darul Islam PLN Disjaya. Karena itu, jumlah jamaah yang akan hadir diprediksi mencapai 5.000 orang. Persoalannya, kapasitas di Masjid Nurul Falah sangat terbatas, hanya mampu menampung sekitar 2.000 jamaah.

Selaku panitia, Ismet mengaku telah mencarikan solusi antara lain memindahkan lokasi acara ke Masjid Istiqlal. Pengurus masjid berkapasitas lebih 200 ribu jamaah pun menyambut positif.

“Kami sudah komunikasikan ke Istiqlal, dan baru dapat jawaban sekitar pukul 08.30 pagi tadi. Dari Istiqlal memberi jawaban bisa dipakai. Kenapa kami alihkan ke sana, karena secara tempat sangat representatif, fasilitas parkir luas, sarana yang lain juga,” jelas Ismet.

Namun komunikasi panitia dengan manajemen UAS, hanya ada dua pilihan. Yakni tetap di Masjid PLN Disjaya atau dibatalkan. Panitia pun dihadapkan pada kekhawatiran keselamatan jamaah karena di sekitar masjid ada gardu induk bertegangan tinggi. Itu sebabnya diputuskan membatalkan acara tersebut.

“Kami memutuskan untuk ditunda saja, mungkin di lain waktu kami dapat kesempatan lagi untuk jadwal beliau. Kami carikan tempat yang lebih bagus,” jelas Ismet.

Saat ditanya soal adanya dugaan intervensi berupa larangan dari oknum pejabat sebagaimana disampaikan pengacara Kapitra Ampera, Ismet membantahnya.

“Insya Allah tidak ada intervensi. Kami sangat welcome, kami sangat senang dengan Ustaz Abdul Somad. Saya pun pulang kantor tiap hari selalu memutar video-video terbaru Ustaz Somad. Semua kegiatan ini saya yang bertanggung jawab,” ungkap Ismet.

Agenda ceramah UAS berikutnya adalah di Masjid Nurul Ikhlas, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. Dan malam tadi ceramah di Musala Nurul Iman, Jl Cikini Dalam, Kelurahan Jurangmangu, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. UAS membawakan ceramah dengan tema ‘’Pentingnya Agama dalam Keluarga’’. Ceramah dalam momentum Maulid Nabi ini dipadati sekitar seribu jamaah.

Untuk bisa mendapatkan komentar langsung dari UAS, perlu waktu beberapa saat. Sejak Magrib hingga acara dimulai setelah Salat Isya, Ustad Somad berada di kediaman Kiai Muhtazah tidak jauh dari musala. Saat UAS keluar menuju panggung pengajian, dia mendapatkan pengawalan pagar betis dari sejumlah anggota Laskar Pembela Islam (LPI). Dia tampil mengenakan baju putih dilengkapi syal atau scarf Palestina.

Di tengah pengawalan LPI menuju mimbar ceramah, UAS memberikan komentar sedikit terkait kasus yang dia alami di bandara Hong Kong.

“Mereka (petugas Imigrasi Hong Kong, red) tidak terima saya,” katanya.

Namun dia sama sekali tidak tahu alasan penolakan tersebut. UAS mengatakan dirinya tetap harus menjadi warga negara Indonesia yang baik. Yakni mengikuti seluruh prosedur penolakan oleh Imigrasi Hong Kong. Terkait kasus itu, dia menyerahkan sepenuhnya penyelesaiannya kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia. Seketika UAS langsung “ditelan” kerumunan jamaah. (rpg/jpg/nin)



loading...

Feeds