Sidang Pembunuhan Sekeluarga di Mabar, Andi Lala Dituntut Hukuman Mati

Andi Lala saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (29/12/2017) siang.
Foto : fir/pojoksumut

Andi Lala saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (29/12/2017) siang. Foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Sidang pembunuhan sekeluarga di Jalan Mangaan Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (29/12/2017) siang.

Sidang yang menghadirkan aktor utama atau otak pelaku pembunuhan tersebut, Andi Matalata alias Andi Lala (34), dalam agenda pembacaan vonis atau tuntutan.

Tuntutan terhadap Andi Lala dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) PN Medan, Kadlan Sinaga di hadapan majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban.

Selain kasus pembunuhan satu keluarga, Andi Lala juga dituntut atas kasus pembunuhan berencana terhadap selingkuhan istrinya di Lubukpakam, Deliserdang, Sumatera Utara.

Menurut JPU, aksi Andi Lala yang dibantu dua pelaku lain yakni Andi Syahputra dan Roni Anggara telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana).

“Menyatakan terdakwa Andi Lala melakukan pembunuhan yang dilakukan secara berencana. Meminta agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana mati,” ujar Kadlan Sinaga.

Selain Andi Lala, JPU Kadlan Sinaga juga membacakan tuntutan untuk dua terdakwa lainnya yang terlibat dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Mabar. Keduanya yakni Andi Syahputra yang dituntut dengan 20 tahun penjara dan Roni Anggara dituntut penjara seumur hidup.

“Tidak ada hal yang meringankan terdakwa,” ucap Kadlan.

Usai mendengar nota tuntutan JPU, Majelis hakim kemudian menunda persidangan hingga 10 Januari 2018 untuk agenda pembelaan para terdakwa.

Lebih lanjut Kadlan menyatakan, tuntutan terhadap ketiga terdakwa sesuai dengan peran masing-masing terdakwa.

“Andi Lala otak pelakunya, yang dua lagi ikut serta,” terang Kadlan usai persidangan.



loading...

Feeds