Harga Cabai Kembali Melambung, Diprediksi Dorong Laju Inflasi Medan

Cabai merah 
foto ; pixabay

Cabai merah foto ; pixabay

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Harga cabai merah di Kota Medan kembali melambung. Tak hanya cabai merah, cabai kecil atau rawit juga demikian.

Pedagang Pasar Swasembada Medan Jalan Jamin Ginting, Toni mengatakan, harga cabai merah saat ini dijual sekitar Rp44 ribu per kg. Sebelumnya, hanya mencapai Rp38 ribu hingga Rp40 ribuan per kg.

“Kurang tahu kenapa harganya naik lagi, mungkin banyak yang libur natal dan tahun baru sehingga barangnya sedikit,” tutur dia, Sabtu (30/12/2017).

Disebutkan dia, selain cabai merah harga cabai rawit juga ikut naik. Semula dijual seharga Rp35ribu hingga Rp38 ribu per kg, saat ini mencapai Rp42 ribu per kg.

“Setiap tahun memang begini kondisinya, pas natal dan tahun baru harga-harga pada naik,” ucapnya.

Tak jauh beda disampaikan pedagang Pasar Bakti Jalan AR Hakim, Santi. Kata dia, harga cabai merah dijual Rp48 ribu per kg dari Rp43 ribu. Sedangkan, cabai rawit Rp45 ribu dari Rp40 ribu per kg.

Terpisah, Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengakui memang sejumlah harga kebutuhan pangan salah satunya cabai sejak perayaan natal mengalami kenaikan yang cukup tajam. Bahkan, sebutnya, harga komoditas cabai diperdagangkan dikisaran hampir Rp50 ribu per kg.

“Kenaikan harga cabai tersebut sangat jauh berbeda dibandingkan harga sebelum natal. Harga komoditas cabai sebelum natal berkisar antara Rp38 ribu hingga Rp45 ribu. Namun, saat ini harganya melonjak tajam yang tentunya sangat potensial memicu terjadinya inflasi,” katanya.

Menurut Gunawan, mahalnya harga cabai saat ini tidak terlepas oleh gangguan pasokan yang bertepatan dengan perayaan natal. Diperkirakan banyak petani yang tidak ke ladang, dikarenakan fokus untuk beribadah khususnya bagi yang beragama kristen.

“Mengingat banyaknya hari libur ditambah dengan perayaan Natal dan Tahun Baru membuat sisi permintaan berpeluang mengalami lonjakan. Jika pasokan tidak memadai sudah barang pasti harganya naik dengan sangat tajam,” jelasnya.

Ia menambahkan, sisi produksi yang terganggu akibat perayaan keagamaan tersebut seharusnya sudah diantisipasi jauh hari sebelumnya.

“Pemerintah harus segera bertindak untuk menjaga kestabilan harga-harga pangan,” tandasnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds