Sepanjang 2017, Curat Urutan Teratas Kasus Terbanyak di Polres Tanjungbalai

POJOKSUMUT. com,  POLRES Tanjungbalai membeber pengungkapan kasus sepanjang 2017 di  Aula Pesat Gatra, Minggu (31/12/2017).



Kapolres Tanjungbalai, AKBP Tri Setyadi Artono memaparkan jumlah tindak pidana (JTP)   dan jumlah penyelesaian tindak pidana (JPTP) selama 2017 meningkat dibanding 2016.

 

Dimana Tahun 2016 JTP sebanyak 671 kasus sedangkan JTPT 384 kasus atau 57,2%. Sedangkan,  Tahun 2017, JTP sebanyak671 kasus, sedangkan JTPT 502 atau 74,8%.

Kapolres menyebutkan,  data kasus menonjol tahun 2017 adalah pencurian dengan pemberatan (curat).

 

Dari 103 JTP, 32 JPTP, sedangkan pencurian dengan kekerasan (Curas) 9 JTP, pencurian sepeda motor (Curanmor) 79 JTP, JPTP 13, judi 9 JTP, 9 JPTP, narkoba, JTP, 193 JPTP, peras/ancam 5 JTP, 2 JPTP, lundup 12 JTP, 12 JTPT, illegal loging dan tindak pidana korupsi nihil. sedangkan JTP dan JPTP tahun 2017, curat 98 JTP, 43 JPTP, curas 3 JTP, 10 JPTP, curanmor 52 JTP, 31 JPTP, judi 11 JTP, 8 JPTP, narkoba 280 JTP, 276 JPTP, peras/ancam 4 JTP, 3 JPTP, lundup 4 JTP, 4 JPTP.

 

“Sedangkan illegal loging, tindak pidana anirat dan premanisme nihil,” ujarnya kepada awak media didampingi Wakapolres Kompol Taryono Raharja juga dihadiri para Kasat.



Kapolres juga mengungkapkan perbandingan data kasus menonjol pada tahun 2016 hingga 2017 mengalami penurunan dan kenaikan. Curat tahun 2016 sebnyak 103 kasus sedangkan tahun 2017 98 kasus, mengalami penurunan sebanyak 5 kasus (3,8%).

 

Selanjutnya Curas tahun 2016 : 9 kasus sedangkan tahun 2017 43 kasus mengalami kenaikan sebanyak 11 kasus (34,3%). Curanmor tahun 2016 : 79 kasus sedangkan tahun 2017 52 kasus mengalami penurunan sebanyak 23 kasus (34,1%). Judi tahun 2016 : 9 kasus sedangkan tahun 2017 11 kasus mengalami kenaikan sebanyak 2 kasus (22,2%). Penyelesaian judi tahun 2016 : 9 kasus sedangkan tahun 2017 8 kasus 3 belum P21.

Selanjutnya,  Narkoba tahun 2016 : 189 kasus sedangkan tahun 2017, 280 kasus, mengalami kenaikan sebanyak 91 kasus (48,12%). Penyelesaian narkoba tahun 2016 : 193 kasus sedangkan tahun2017, 276 kasus, mengalami kenaikan sebanyak 83 kasus (43,0%). Peras/ancam tahun 2016 : 5 kasus sedangkan tahun 2017 4 kasus mengalami penurunan sebanyak 1 kasus (20%). Penyelesain pemerasan dan pengancaman tahun 2016: 2 kasus sedangkan tahun 2017 3 kasus mengalami kenaikan sebanyak 1 kasus (50%).

 

“Penyelundupan tahun 2016 sebanyak 12 kasus sedangkan tahun 2017 4 kasus mengalami penurunan sebanyak 8 kasus (66,6%). Penyelesaian tahun 2016 dengan12 kasus sedangkan tahun 2017 4 kasus mengalami penurunan sebanyak 8 kasus (66,6%. Tindak pidana korupsi tahun 2016  nihil kasus sedangkan tahun 2017 1 kasus mengalami kenaikan sebanyak 1 kasus (100%),” bebernya.

Tindak pidana korupsi (pungli), UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, kejadian, 22 Maret 2017, tersangka : dua orang laki-laki (1 PNS, 1 orang tenaga kerja sukarela Dishub Kota Tanjungbalai), modus meminta uang kepada supir truk di depan hypermat.


Untuk kasus menonjol lain yang diungkap Polres Tanjungbalai tahun 2017, menurut Kapolres lagi sebanyak 15 kasus antara lain : Reskrim 5 kasus masing-masing: pembuangan bayi, UU RI Tahun 2002 tentang perlindungan anak kejadian, 2 Februari 2017, korban: bayi laki-laki, ditetapkan satu orang tersangka perempuan, modus melahirkan bayi laki-laki, kemudian membuangnya ke semak-semak.



Pengrusakan dan pembakaran pada tanggal 29 Juli 2016 sebanyak 15 klenteng/Vihara dengan tersangka 15 orang. Penistaan atau penodaan agama, pasal 156 KUH Pidana, kejadian tanggal 29 Juli 2017 pukul 19.00 Wib, tersangka 1 orang perempuan, modus penistaan agama.

Pencurian sepeda motor (curanmor) pasal 363 KUH Pidana, kejadian tanggal 12 Oktober 2017, tersangka 1 orang laki-laki, modus membawa lari dan menjual sepeda motor hasil kejahatannya di medsos FB. Curas pasal 365 KUH Pidana perampokan taxi grab online, kejadian tanggal 14 Oktober 2017, tersangka 5 orang (3 laki-laki, 2 perempuan), modus pura-pura memesan grab residivis sudah dua kali dihukum, “tambahnya lagi

Masih menurut Kapolres “Untuk penggagalan TKI berjumlah 4 kasus diantaranya, pasal 120 UU RI No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian, kejadian tanggal 7 januari 2017, tersangka 1 orang laki-laki modus membawa TKI sebanyak 21 orang (20 laki-laki, 1 perempuan) dari Malaysia. kejadian tanggal 12 Juli 2017, tersangka 1 orang laki-laki, modus membawa TKI 4 orang laki-laki dewasa dari Malaysia. kejadian tanggal 18 Juni 2017, tersangka 1 orang laki-laki, modus membawa TKI sebanyak 11 orang laki-laki dari Malaysia dan pada tanggal 19 Oktober 2017, tersangka 1 orang laki-laki, modus membawa TKI dari Malaysia, “Pungkasnya.

Sedangkan untuk penanganan kasus narkoba pada tahun 2017, sambung Kapolres berjumlah 5 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 348 orang terdiri dari 341 orang laki-laki dan 7 orang perempuan dengan jumlah Barang Bukti yang disita diantaranya, ganja: 36,69 Kg, sabu-sabu : 5,85 Kg dan ekstasi : 1,385 butir.” Rincian kejadian 5 kasus tersebut diantaranya, kejadian tanggal 8 Februari 2017, tersangka 1 orang laki-laki, modus tersangka menyimpan narkotika ganja digudang mobil dengan jumlah Barang Bukti ganja 2,37 Kg. kejadian 25 Februari 2017, tersangka 2 orang laki-laki, modus menyimpan narkotika sabu-sabu di sepeda motor dengan jumlah Barang bukti 1 Kg. kejadian tanggal 25 September 2017. Tersangka meninggal dunia, modus tersangka menjeput narkotika sabu- sabu dari Dumai Provinsi Riau ke Kota Tanjungbalai dengan jumlah Barang Bukti 3 Kg. kejadian tanggal 17 Mei 2017, tersangka 1 orang lak-laki, modus tersangka membawa narkotika ganja diduga berasal dari aceh dengan jumlah Barang Bukti 33 Kg. kejadian tanggal 9 Desember 2017, tersangka 1 orang perempuan, modus membawa 1 buah kotak kue merk tango dibungkus dengan timah foil yang berisi pil ekstasi dengan jumlah BB 1.200 butir.

Disamping itu pula, AKBP Tri Setyadi Artono juga memaparkan data laka dan Gar tahun 2016-2017 diantaranya : jumlah pelanggaran Gar tahun 2016 10.295, tahun 2017 7.953, perbandingan (22,7%), Tilang 2016 5.007, tahun 2017 3.386 perbandingan (67,6%), Teguran tahun 2016 4.479, tahun 2017 4.567 perbandingan (1,96%), Laka Lalin tahun 2016 44, tahun 2017 34 perbandingan (72,3%), MD tahun 2016 13, tahun 2017 10 perbandingan (76,9%), LB tahun 2016 6, tahun 2017 3 perbandingan (50%), LR tahun 2016 64, tahun 2017 39 perbandingan (60,9%), dan rugi materil pada tahun 2016 berjumlah Rp.26.350.000,00- dan pada tahun 2017 berjumlah Rp.18.400,00-perbandingan (30,1%).

“Pada tanggal 13 Desember 2017 bertempat Auditorium PTIK di Jakarta giat penilaian ITK (Indeks Tata Kelola) Polri 2017, Polres Tanjungbalai mendapat pengharggaan peringkat 1 model standard keamanan polres kriteria rawan konflik oleh Kapolri, ” pungkasnya.  (CR-1/pojoksumut).




loading...

Feeds