Menguak Misteri Pembantaian di Kapal Wira, Keluarga Terduga Pelaku Ungkap Bukti Ini

Proses evakuasi para korban dari kapal Wira.
Foto : Newtapanuli/jpg

Proses evakuasi para korban dari kapal Wira. Foto : Newtapanuli/jpg

POJOKSUMUT.com, KASUS pembantaian tiga orang di Kapal Wira Glory jurusan Sibolga-Nias pada 20 Desember 2017 lalu masih menyisakan banyak tanda tanya. Terutama bagi keluarga yang diduga pelaku Demazatulo Laia (56), pria yang juga disebutkan bunuh diri di malam nahas itu.

Apalagi, pihak keluarga mendapatkan fakta kuat bahwa kemungkinan Demazatulo bukanlah bunuh diri tapi sengaja dibunuh. Keluarga terduga pelaku mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa berdarah itu, Demazatulo sempat menelpon istrinya bahwa dirinya sedang dikelilngi 6 orang yang diduga hendak menghabisinya.

“Saya terancam ini, ada enam orang Hili Dano Otane yang sudah mengelilingi saya di kapal. Mungkin saya akan dibunuh, tidak bisa selamat sampai di rumah,” demikian perkataan Demazatulo kepada istrinya melalui sambungan telepon, seperti yang ditirukan oleh Hesombowo Hulu, keluarga Demazatulo, Senin (1/1/2018).

Kepada New Tapanuli (Jawa Pos Group), Hesombowo Hulu menceritakan bahwa enam 6 orang yang disebut Demazatulo adalah warga desa tetangga mereka di Nias Selatan.

“Kapal kan sudah berlayar dari Pelabuhan Sibolga. Sekitar jam 12 lewat, ada telepon dari Demazatulo pada istrinya, Ina Utama dan anak-anaknya. Katanya, dia terancam, ada enam orang Hili Dano Otane yang sudah mengelilinginya di kapal dan mengatakan mungkin dia akan dibunuh, tidak bisa selamat sampai di rumah,” kata Hesombowo.

Terkait 6 orang Hili Dano Otane yang disebutkan Demazatulo sebelum meninggal, mereka menduga bahwa pembunuhan tersebut ada kaitannya dengan kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi persoalan tanah yang terjadi sekitar bulan April 2017.

Tiba-tiba, telepon terputus. Karena penasaran, istri Demazatulo mencoba menghubungi kembali, namun tidak berhasil.

“Tiba-tiba putus, hp-nya nggak diangkat lagi,” ungkapnya.

Masih kata Hesombowo, hp Demazatulo ditemukan sudah ada di dalam tasnya di Rumah Sakit FL Tobing Sibolga.

“Siapa yang memasukkan ke dalam tasnya, kok tiba-tiba sudah ada di dalam tas,” ujarnya.

Mereka menduga bahwa pembunuhan di atas kapal milik PT Wira Jaya Logitama (WJL) Line tersebut ada kaitannya dengan kasus pembunuhan yang terjadi sekitar bulan April 2017 di desa mereka. Meski pelakunya telah dijebloskan ke penjara, namun pihak keluarga korban diduga masih tidak berterima. Dikatakan, mereka bahkan mengancam akan mencari seluruh keluarga Demazatulo yang ikut serta melakukan pembunuhan tersebut.

“Ada kasus sebelumnya di kampung kami gara-gara tanah, termasuk bapak ini (Demazatulo) satu, yang dituduh sebagai pembunuhnya. Padahal, pelaku sudah ada di penjara. Bulan April kejadiannya itu. Ada yang mengancam dia (Demazatulo) dengam mengatakan ‘kemanapun keluarga kalian yang 12 orang akan kami kejar’,” terangnya.

Kejanggalan lain yang membuat mereka tidak percaya bahwa Demazatulo adalah pelaku utama, adalah 5 lobang bekas tembakan di tubuhnya ditambah 1 sayatan pada leher. Mereka ingin tahu, apakah Demazatulo benar-benar bunuh diri atau dibunuh.

“Lima lobang bekas luka tembak di tubuh si korban, 3 dipunggung, 1 di bawah lutut kaki kiri dan 1 lagi di bawah lutut kaki kanan. Terus, leher dipotong hampir putus, melingkar dari bawah mulut ke belakang,” bebernya.

Sebab, menurut informasi yang mereka terima, terjadi pertengkaran antara Demazatulo dengan masinis kapal, Anugrah Zebua (25), juga salah satu korban yang tewas. Saat itu, Anugrah telah menikam Demazatulo dan berencana melemparnya ke laut. Melihat itu, Peringatan Nduru (25), juga salah satu korban yang meninggal dunia, yang merupakan teman satu kampung Demazatulo, datang dan mencoba melerai pertikaian tersebut. Namun sayang, Anugrah malah menikam Peringatan hingga tewas.

Informasi yang saya dapat bahwa Demazatulo duluan ditarik, mau ditolak dia ke laut, mau dicampakkan ke laut oleh masinis kapal yang meninggal itu (Anugrah). Sebelumnya, dia sudah ditusuk oleh masinis. Dilerai oleh Peringatan Nduru, kawan sekampung Demazatulo. Mereka juga masih keluarga. Tentu dia membela. Karena melerai, Peringatan malah ditusuk oleh masinis,” ungkapnya.

Melihat itu, Demazatulo yang dalam kondisi terluka langsung emosi dan mengejar masinis yang lari ke arah kamar mandi.

“Pak Laia menjadi ganas. Dikejar sampai ke kamar mandi,” tukasnya.



loading...

Feeds